Kamis, 17 Januari 2019

Tugas Ekonomi Koperasi#


PENGARUH KEMAMPUAN MANAJERIAL ORGANISASI KOPERASI TERHADAP EFEKTIFITAS LAPORAN KOPERASI DAN EFEKTIFITAS KINERJA KOPERASI
 Image result for LOGO GUNDAR

Disusun Oleh:
Nama          :  Rosidah Panjaitan
Kelas          :  2EB15
NPM           :  25217400
M. Kuliah  :  Ekonomi Koperasi#




UNIVERSITAS GUNADARMA
   PTA 2018/2019






ABSTRAK

Salah satu pelaku bisnis yang dapat memberikan dukungan terhadap perekonomian adalah koperasi. Dalam kenyataannya koperasi masih jauh tertinggal dari pelaku bisnis lainnya.
Perkembangan kinerja koperasi relatif rendah dikarenakan adanya alasan klasik, antara lain pengelolaan yang kurang profesional, lemahnya modal, kurang merespon persaingan dan pasar yang berkembang pesat.Untuk dapat mencapai kinerja yang baik diperlukan adanya kemampuan manajerial dari manajer/pimpinan koperasi, kondisi lingkungan eksternal dan organisasi koperasi.Hasil penelitian yang dilakukan pada koperasi dan unit simpan pinjam di Salatiga mengenai pengaruh faktor kemampuan manajerial, lingkungan eksternal, organisasi terhadap kinerja finansial membuktikan ada pengaruh yang signifikan antara faktor kemampuan manajerial, lingkungan eksternal, organisasi terhadap kinerja financial Hasil penelitian dapat digunakan sebagai acuan untuk meningkatkan kinerja finasial sehingga koperasi yang dikelola dapat masuk dalam klasifikasi sangat baik, sehat sesuai denganklasifikasi koperasi no.129/KEP/M.KUKMI/XI/2002. Manjer/pimpinan koperasi dapat meningkatkan keahliannya baik di bidang keuangan, penggunaan teknologi terkini, memahami dan memotivasi para karyawan untuk kreatif.

BAB I
PENDAHULUAN

Diberlakukannya perdagangan bebas pada tahun 2003 di kawasan ASEAN dan tahun 2020 di kawasan Asia-Afrika, para pelaku bisnis di Indonesia dituntut untuk menaruh perhatian yang lebih serius dalam mengantisipasi perubahan lingkungan tersebut. Semakin efisien pelaku ekonomi bekerja, semakin besar daya dukungnya terhadap perekonomian Negara yang bersangkutan. Tiga pilar utama pelaku ekonomi yang dapat memberikan dukungan terhadap perekonomian Negara adalah Badan Milik Negara, Badan Usaha Milik Swasta dan Koperasi.Sejak awal didirikannya Negara Republik Indonesia, kehidupan berkoperasi telah dinyatakan sebagai dasar perekonomian Indonesia, sebagaimana dicantumkan dalam Pasal 33 Undang-Undang  Dasar 1945, dimana Ayat 1 dengan tegas menggariskan bahwa perekonomian yang hendak disusun di Indonesia adalah suatu perekonomian usaha bersama berdasarkan azas kekeluargaan. Ditegaskan oleh Bung Hatta yang dimaksud dengan usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan a dalah  koperasi. Mengenai tujuan koperasi Indonesia berdasarkan Pasal 3 UU No. 25/1992 dalam garis besarnya meliputi: (1) Memajukan kesejahteraan anggotanya; (2) Memajukan kesejahteraan masyarakat; (3) Turut serta membangun tatanan perekonomian nasional.
Koperasi masih jauh tertinggal dari pelaku ekonomi kelas menengah ke atas, baik usaha yang dikelola swasta maupun pemerintah. Perkembangan kinerja koperasi yang relatif rendah, dikarenakan adanya alasan -alasan klasik, antara lain tidak bertanggungjawabnya pengurus, pengelolaan yang kurang profesional, lemahnya modal, kurang merespons persaingan dan pasar yang berkembang pesat dan lain-lain.
Menurut Sudarsono (2005) untuk dapat mencapai kinerja yang baik, diperlukan adanya kemampuan manajerial dari manajer atau pimpinan, kondisi lingkungan eksternal dan organisasi koperasi.
Koperasi simpan pinjam sebagai usaha jasa keuangan sangat responsif terhadap kompleksitas dan perubahan lingkungan baik eksternal maupun internal untuk dapat meningkatkan kinerja finansial. Faktor internal relatif berada dalam kendali manajemen perusahaan, sedangkan faktor eksternal dipandang sebagai kondisi dinamis yang menciptakan kesempatan, ancaman, menyediakan sumber daya dan informasi tetapi tak terkendali dan sulit untuk diramalkan perubahannya. Jumlah Koperasi Simpan Pinjam mendominasi dari jenis koperasi lainnya termasuk unit jasa keuangan yang tersebar dihampir tingkat kecamatan dengan karakteristik usaha melayani para anggota untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Dengan kapasitas yang dimiliki, manajer berusaha memprakirakan apa yang hendak terjadi sebagai dasar untuk memperhatikan perubahan lingkungan eksternal (Suwarsono, 2004).

BAB II
IDENTIFIKASI MASALAH
1.      Adakah Pengaruh Kemampuan Manajerial terhadap Efektivitas Laporan Koperasi?  
2.      Adakah Pengaruh Kemampuan Manajerial terhadap Efektivitas Kinerja Koperasi? 


BAB III
PEMBAHASAN

TELAAH PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS PENELITIAN

Kemampuan Manajerial
Kemampuan manajerial adalah kemampuan untuk mengatur, mengkoordinasikan dan menggerakkan para bawahan ke arah pencapaian tujuan yang telah ditentukan organisasi (Supadi, 2007). Kemampuan itu lahir dari suatu proses yang panjangnya terjadi secara perlaha-lahan melalui proses pengamatan
dan belajar. Asri (2007) mengatakan, kemampuan manajerial sebagai fondasi yang  kuat untuk membangun kesuksesan suatu organisasi. Sementara menurut Robins (1996) yang dimaksud dengan kemampuan adalah kapasitas seorang individu untuk mengerjakan berbagai tugas dalam suatu pekerjaan. Jadi kemampuan manajerial adalah kapasitas seorang individu untuk mnegerjakan berbagai tugas dalam suatu kegiatan manajerial. Sedangkan yang dimaksud kegiatan manajerial menurut Mahone dkk (1963) dalam Supraningrum dan Zulaikha (2
003) antara perencanaan, investigasi, koordinasi, supervisi, pengaturan staf, negosiasi dan representasi.Faktor penentu utamanya meliputi keahlian, pengalaman (Miller, 1987 dalam Afandi 2003).
Lingkungan Eksternal
Lingkungan meliputi faktor-faktor di luar perusahaan yang dapat menimbulkan peluang atau ancaman bagi perusahaan (Lawrence et al, 1988). Untuk mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan, manajemen perlu memperhatikan dua faktor pokok yakni faktor internal yang sepenuhnya berada dalam kendali perusahaan, sedangkan faktor eksternal dipandang sebagai kondisi dinamis yang menciptakankesempatan(opportunities), ancaman (threats), menyediakan sumber daya dan informasi, tetapi tidak terkendali dan sult untuk diramalkan perubahannya (Clark et al1994, Child (1997)dalam Ferdianto (2001). Dari banyak konsep dan istilah lingkungan eksternal, dimensionalisasi lingkungan eksternal dari Dess dan Beard, kompleksitas, perubahan, daya dukung yang paling banyak dan diadopsi dalam penelitian empiris (Sharfman et al1991 dalam Ferdianto 2001). Menurut Mintzberg dalam Afandi (2003) bahwa lingkungan yang kompleks dan berubah dengan cepat mungkin mengakibatkan penurunan pada tingkat keahlian.
Faktor Organisasi
Dalam studi factor perusahaannon finansial Colon (1982) dalam Afandi (2003) mendapati bahwa kompleksitas struktur(disebabkan oleh peningkatan diversifikasi), ukuran organisasi dan struktur organisai adalah faktor penentu utama organisasi untuk mencapai kinerja.Organisai merupakan salah satu sumber keunikan dalam konsep keunggulan bersaing. Struktur merupakan elemen organisasi (Walker 1992, Win dan Mind 1998) dalam Alwi (2001). Monge et al(1992) dalam Wulani(2004) menyatakan bahwa bentuk organisasi dapat memberikan fleksibilitas dan pengadaptasikan ide baru yang membuat pengadopsian inovasi menjadi lebih mudah. Menuut Gibson, Ivancevich & Donnelly (2003) kompleksitas merupakan akibat langsung dari pembagian pekerjaan dan pembentukan departemen yang terfokus pada jumlah dan jenis pekerjaan, pengelompokan jabatan, jumlah unit atau departemen yang berbeda secara nyata. Organisasi dengan berbagai jenis pekerjaan dan unit menimbulkan masalah manajerial dan organisasi yang lebih rumit karena terjadi ketergantungan tugas dan sifat tugas yang semakin kompleks.
Kinerja Finansial
Kinerja adalah tingkasan ukuran jumlah dan mutu kontribusi tugas individu atau kelompok pada unit kerja dan organisasi (Wood et al.,1998 dalam Dongoran,2006) atau sebagai mutu dan jumlah kerja yang dihasilkan. Kinerja finansial koperasi dapat menggambarkan klasifikasi bisnis koperasi. Untuk menilai kinerja finansial koperasi menurut Keputusan Mentri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia No. 129/KEP/M/KKKMI/XI/2002 tentang Pedoman Klasifikasi Koperasi digunakan Rentabilitas Modal Sendiri (RMS), Return On Asset(ROA), Asset Turn Over(ATO), Provitabilitas, Likuiditas, Solvabilitas, Modal Sendiri/Equityterhadap hutang, yang merupakan aspek yang sangat menentukan klasifikasi suatu koperasi.Rentabilitas Modal Sendiri(RMS): kemampuan perusahaan menghasilkan hasil usaha berdasarkan modal sendiri. Return On Asset (ROA): kemampuan perusahaan menghasilkan hasil usaha berdasarkan tingkat aset tertentu. Asset Turn Over(ATO): kemampuan perusahaan menggunakan asetnya dengan efektif. Provitabilitas: kemampuan perusahaan menghasilkan hasil usaha. Likuiditas: kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek. Solvabilitas: kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban totalnya. Modal sendiri (Equityterhadap hutang: kemampuan modal sendiri koperasi untuk membayar sendiri kewajibannya/hutangnya.
Model Penelitian
Sesuai hasil penelaahan terhadap penelitian sebelumnya dan bahasan teoritis dapat pula disusun kerangka pemikiran teoritis seperti disajikan dalam model berikut ini:
Gambar 1
Model Penelitian



  








                                   

      Sumber : Dikembangkan untuk penelitian (2013)
Perumusan Hipotesis
H1 : Kemampuan manajerial berpengaruh signifikan terhadap kinerja finansial Koperasi  Simpan Pinjam di Salatiga
H2 : Terdapat pengaruh faktor lingkungan eksternal terhadap kinerja finansial Koperasi Simpan Pinjam di Salatiga
H3 : Terdapat pengaruh faktor organisasi terhadap kinerja finansial Koperasi Simpan Pinjam di Salatiga

METODE PENELITIAN
Populasi dan Sampel
Populasi seluruh penelitian ini adalah manajer/pimpinan seluruh koperasi/unit simpan pinjam yang terdaftar pada kantor koperasi dan UKM di Salatiga. Terdapat 51 koperasi/unit simpan pinjam. Sampel penelitian dibatasi pada Koperasi Simpan Pinjam. Dari sudut jumlah, koperasi/unit pinjam yang paling banyak sehingga persaingan dari usaha tersebut paling ketat bila dibandingkan dengan jenis koperasi lainnya. Pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sensus (Arikunto,2006) dimana jumlah seluruh Koperasi Simpan Pinjam di Salatiga dijadikan sampel.
Pengukuran
Variabel kemampuan manajerial, lingkungan eksternal, organisasi, kinerja finansial akan diuji pengaruhnya, dimana variabel kemampuan manajerial (X1), lingkungan eksternal (X2), organisasi (X3) sebagai independen variabeldan kinerja finansial (Y) sebagai dependen variabel
Teknik Pengokahan Data dan Analisis
Untuk mengetahui apakah instrumen penelitian mampu mengukur konsep yang telah dipilih digunakan uji validitas dan reliabilitas.
Uji Validitas
Valididtas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan atau kesahihan sesuatu instrumen. Suatu instrumen yang valid atau sahih mempunyai validitas tinggi. Sebaliknya instrumen yang kurang valid berarti memiliki validitas rendah (Arikunto 2006). Sebuah instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan.
Uji Reliabilitas
Reliabilitas menunjuk pada satu pengertian bahwa suatu instrument cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Reliabilitas menunjuk pada tingkat keterandalan.
Uji Asumsi Klasik
Uji asumsi klasik dmaksudkan untuk menguji data agar memenuhi kriterian Best Linier Unbiased Estimator (BLUE) sehingga dapat menghasilkan parameter penduga yang sahih (Supramono 2003).
Uji Hipotesis
Dalam pengolahan dan analisis data, peneliti menggunakan perhitungan statistik untuk uji
hipotesis dengan mengolah data yang telah diperoleh. Berdasarkan variabel-variabel yang ada maka model yang akan dipergunakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda untuk mengetahui pengaruh kemampuan manajerial, lingkungan eksternal, struktur organisasi terhadap kinerja finansial.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Uji Validitas
Dari uji validitas, diperoleh hasil yang menunjukkan seluruh pernyataan pada variabel kemampuan manajerial, lingkungan eksternal, organisasi, kinerja finansial yang berjumlah 18 butir pernyataan menunjukkan angka korelasi pearson( r ) lebih besar dari 0,30, menunjukkan seluruh butir pernyataan dalam kuesioner dapat dinyatakan valid. Dengan demikian seluruh butir pernyataan dalam kuesioner penelitian dapat digunakan dalam penelitan ini.
Uji Reliabilitas
Dari uji reliabel instrumen penelitian butir pernyataan untuk variabel kemampuan manajerial, dengan butir 5 butir pernyataan dari 30 pernyataan dari 30 responden menunjukkan nilai Alpha Cronbachsebesar 0,770, variabel lingkungan eksternal dengan 3 butir pernyataan menunjukkan nilai Alpha Cronbachsebesar 0,765, variabel organisasi dengan jumlah pernyataan menunjukkan nilai Alpha Cronbachsebesar 0,801. Nilai-nilai tersebut menunjukkan instrumen penelitian masuk dalam kategori reliabel karena lebih besar dari 0,6. Sedangkan untuk variable kinerja finansial dengan 7 butir pernyataan menunjukkan nilai Alpha Cronbachsebesar 0,801. Nilaitersebut juga berarti bahwa instrumen masuk dalam kategori reliabel.
Uji Asumsi Klasik
Uji Normalitas Data
Dari hasil uji normalitas data, melalui perbandingan dengan nilai skewnessdan kurtosis nampak bahwa variabel kemampuan manajerial (X1) memiliki nilai Skewness0,695 dan Standard Error of Skewness0,427, sehingga 0,695/0,427 = 1,627, nilai kurtosis -0,432 dengan Standard Error of Kurtosis0,833, sehingga -0,432/0/833 = 0,518. karena nilai perbandingan Skewness 1,627 dan perbandingan Kurtosisi 0,518 berada diantara -2 dengan +2, maka data variabel kemampuan manajerial dapat dikatakan normal.Variabel Lingkungan Eksternal (X2) memiliki nilai Skewness 0,622 dan Standard Error of Skewness 0,427, sehingga 0,622/0,427 = 1,456, nilai kurtosis 0,765 dengan Standard Error of Kurtosis 0,833, sehingga 0,765/0,833 = 0,918. Nilai perbandingan Skewness 1,456 dan perbandingan Kurtosisi 0,918 berada diantara -2 dengan +2, maka data variabel lingkungan eksternal dapat dikatakan normal.Variabel Organisasi (X3) memiliki nilai Skewness 0,194 dan Standard Error of Skewness 0,427, sehingga 0,194/0,427 = 0,454, nilai kurtosis -1,161 dengan Standard Error of Kurtosis 0,833, sehingga -1,161/0,833 = 1,393 berada diantara-2 dengan +2, maka data variabel organisasi dapat dikatakan normal.Variabel Kinerja Finansial (Y) memiliki nilai Skewness-0,689 dan Standard Error of Skewness 0,427, sehingga -0,689/0,427 = -1,613, nilai kurtosis -0,136 dengan Standard Error of Kurtosis0,833, sehingga -0,136/0,833 = -0,163 berada diantara -2 dengan +2, maka data variabel kinerja finansial dapat dikatakan normal.
Uji Multikolinearitas
Hasil pengujian dari variabel bebas yaitu kemampuan manajerial memiliki nilai VIF 1,427, lingkungan eksternal memiliki VIF 1,153 dan organisasi memiliki nilai VIF 1,294. Ketiga variabel tersebut memiliki nilai VIF tidak jauh dari 1 dan dibawah 5. Berarti bahwa tidak terjadi multikolinearitas.Uji Heterosdasitas Dari hasil scatter plotterlihat bahwa penyebaran residual adalah tidak teratur. Hal tersebut dapat dilihat pada scater plotyang terpancar dan tidak membentuk pola tertentu. Dengan hasil demikian, kesimpulan yang bisa diambil adalah bahwa tidak terjadi gejala heteroskedastisitas atau persamaan regresi memenuhi asumsi heteroskedastisitas.
Hasil Uji Hipotesis
Hasil penghitungan regresi berganda menunjukkan Koefisien regresi kemampuan manajerial sebesar 0,892 dengan tehitung sebesar 3,363 l atau sig 0,002 lebih kecil dari alpha 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan manajerial berpengaruh signifikan. Terhadap Kinerja finansial. Untuk koefisien regresi lingkungan eksternal sebesar-0,825 dengan thitung
sebesar -2,138 atau sig 0,042 lebih kecil dari alpha 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa lingkungan eksternal berpengaruh signifikanterhdap kinerja finasial. Sedangkan koefisien regresi organisasi sebesar 1,421 dengan terhitungsebesar 4,985 atau sig 0,000 lebih kecil dari alpha 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa organisasi berpengaruh signifikanterhadap kinerja finansial. Persamaan regresi untuk prediksi kinerja finansial adalah:

Y = 1,383 + 0,892X1–0,825X2+ 1,421 X3

Besarnya koefisien determinasi yaitu Rsquare sebesar 0,770 yang berarti sebesar 77 persen perubahan kinerja finansial, lingkungan eksternal, organisasi. Nilai F hitungsebesar 29,088 dan sig sebesar 0,000, kondisi tersebut terlihat bahwa nilai sig lebih kecil dari alpha 0,05. Kesimpulan yang dapat diambil adalah koefisien determinasi signifikan dan koefisien regresi signifikan artinya menolak H0dan menerima Ha, atau terdapat pengaruh kemampuan manajerial,
lingkungan eksternal, organisasi secara bersama- sama terhadap kinerja finansial secara signifikan pada taraf kepercayaan 95%.

BAB IV
PENUTUP

KESIMPULAN
Melalui penelitian ini dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1.Terdapat pengaruh kemampuan manajerial terhadap kinerja finansial Koperasi Simpan Pinjam di Salatiga secara signifikan. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh positif, yang berarti semakin tinggi kemampuan manajerial manajer atau pimpinan Koperasi Simpan Pinjam di Salatiga maka semakin baik kinerja finansial Koperasi Simpan Pinjam di Salatiga. Hal ini berarti untuk mendapat kinerja finansial yang baik, faktor kemampuan manajerial seorang manajer atau pimpinan Koperasi Simpan Pinjam harus mendapatkan perhatian, yaitu dengan melihat pengalaman, ketrampilan terutama dalam memahami laporan keuangan dan penggunaan teknologi terkini.
2.Terhadap pengaruh lingkungan eksternal terhadap kinerja finansial Koperasi Simpan Pinjam di Salatiga secara signifikan. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh negatif, yang berarti semakin tinggi tingkat kompleksitas dan perubahan yang dihadapi maka terdapat penurunan tingkat kinerja finansial yang dicapai Koperasi Simpan Pinjam di Salatiga. Faktor lingkungan eksternal merupakan faktor yang harus mendapatkan perhatian karena dapat merupakan ancaman bagi kelangsungan hidup Koperasi Simpan Pinjam.
3.Terdapat pengaruh organisasi terhadap kinerja finansial Koperasi Simpan Pinjam di Salatiga secara signifikan. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh positif, yang berarti semakin tinggi tingkat organisasi maka semakin tinggi kinerja finansial yang dapat dicapai Koperasi Simpan Pinjam di Salatiga. Untuk mendapatkan kinerja finansial yang baik maka perlu adanya peningkatan jenis produk yang ditawarkan, peningkatan aset yang digunakan dalam melakukan usahanya dan kewenangan yang desentralisasi sehingga dapat memberikan kesempatan para karyawan dan manajer atau pimpinan untuk berkreasi meningkatkan pendapatan Koperasi Simpan Pinjam.