PENGARUH KEMAMPUAN MANAJERIAL ORGANISASI KOPERASI
TERHADAP EFEKTIFITAS LAPORAN KOPERASI DAN EFEKTIFITAS KINERJA KOPERASI
Disusun
Oleh:
Nama : Rosidah Panjaitan
Kelas : 2EB15
NPM : 25217400
M.
Kuliah :
Ekonomi Koperasi#
UNIVERSITAS GUNADARMA
PTA 2018/2019
ABSTRAK
Salah satu pelaku bisnis yang dapat memberikan dukungan
terhadap perekonomian adalah koperasi. Dalam kenyataannya koperasi masih jauh
tertinggal dari pelaku bisnis lainnya.
Perkembangan
kinerja koperasi relatif rendah dikarenakan adanya alasan klasik, antara lain
pengelolaan yang kurang profesional, lemahnya modal, kurang merespon persaingan
dan pasar yang berkembang pesat.Untuk dapat mencapai kinerja yang baik
diperlukan adanya kemampuan manajerial dari manajer/pimpinan koperasi, kondisi
lingkungan eksternal dan organisasi koperasi.Hasil penelitian yang dilakukan
pada koperasi dan unit simpan pinjam di Salatiga mengenai pengaruh faktor
kemampuan manajerial, lingkungan eksternal, organisasi terhadap kinerja
finansial membuktikan ada pengaruh yang signifikan antara faktor kemampuan
manajerial, lingkungan eksternal, organisasi terhadap kinerja financial Hasil
penelitian dapat digunakan sebagai acuan untuk meningkatkan kinerja finasial
sehingga koperasi yang dikelola dapat masuk dalam klasifikasi sangat baik,
sehat sesuai denganklasifikasi koperasi no.129/KEP/M.KUKMI/XI/2002.
Manjer/pimpinan koperasi dapat meningkatkan keahliannya baik di bidang
keuangan, penggunaan teknologi terkini, memahami dan memotivasi para karyawan
untuk kreatif.
BAB
I
PENDAHULUAN
Diberlakukannya perdagangan bebas pada
tahun 2003 di kawasan ASEAN dan tahun 2020 di kawasan Asia-Afrika, para pelaku
bisnis di Indonesia dituntut untuk menaruh perhatian yang lebih serius dalam
mengantisipasi perubahan lingkungan tersebut. Semakin efisien pelaku ekonomi
bekerja, semakin besar daya dukungnya terhadap perekonomian Negara yang
bersangkutan. Tiga pilar utama pelaku ekonomi yang dapat memberikan dukungan
terhadap perekonomian Negara adalah Badan Milik Negara, Badan Usaha Milik
Swasta dan Koperasi.Sejak awal didirikannya Negara Republik Indonesia,
kehidupan berkoperasi telah dinyatakan sebagai dasar perekonomian Indonesia,
sebagaimana dicantumkan dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945, dimana Ayat 1 dengan tegas
menggariskan bahwa perekonomian yang hendak disusun di Indonesia adalah suatu
perekonomian usaha bersama berdasarkan azas kekeluargaan. Ditegaskan oleh Bung
Hatta yang dimaksud dengan usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan a
dalah koperasi. Mengenai tujuan koperasi
Indonesia berdasarkan Pasal 3 UU No. 25/1992 dalam garis besarnya meliputi: (1)
Memajukan kesejahteraan anggotanya; (2) Memajukan kesejahteraan masyarakat; (3)
Turut serta membangun tatanan perekonomian nasional.
Koperasi masih jauh tertinggal dari
pelaku ekonomi kelas menengah ke atas, baik usaha yang dikelola swasta maupun
pemerintah. Perkembangan kinerja koperasi yang relatif rendah, dikarenakan
adanya alasan -alasan klasik, antara lain tidak bertanggungjawabnya pengurus,
pengelolaan yang kurang profesional, lemahnya modal, kurang merespons
persaingan dan pasar yang berkembang pesat dan lain-lain.
Menurut Sudarsono (2005) untuk dapat
mencapai kinerja yang baik, diperlukan adanya kemampuan manajerial dari manajer
atau pimpinan, kondisi lingkungan eksternal dan organisasi koperasi.
Koperasi simpan pinjam sebagai usaha
jasa keuangan sangat responsif terhadap kompleksitas dan perubahan lingkungan
baik eksternal maupun internal untuk dapat meningkatkan kinerja finansial.
Faktor internal relatif berada dalam kendali manajemen perusahaan, sedangkan
faktor eksternal dipandang sebagai kondisi dinamis yang menciptakan kesempatan,
ancaman, menyediakan sumber daya dan informasi tetapi tak terkendali dan sulit
untuk diramalkan perubahannya. Jumlah Koperasi Simpan Pinjam mendominasi dari
jenis koperasi lainnya termasuk unit jasa keuangan yang tersebar dihampir
tingkat kecamatan dengan karakteristik usaha melayani para anggota untuk
meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Dengan kapasitas yang dimiliki, manajer
berusaha memprakirakan apa yang hendak terjadi sebagai dasar untuk
memperhatikan perubahan lingkungan eksternal (Suwarsono, 2004).
BAB II
IDENTIFIKASI MASALAH
1.
Adakah
Pengaruh Kemampuan Manajerial terhadap Efektivitas Laporan
Koperasi?
2.
Adakah
Pengaruh Kemampuan Manajerial terhadap Efektivitas Kinerja Koperasi?
BAB III
PEMBAHASAN
TELAAH
PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS PENELITIAN
Kemampuan Manajerial
Kemampuan manajerial adalah kemampuan untuk mengatur,
mengkoordinasikan dan menggerakkan para bawahan ke arah pencapaian tujuan yang
telah ditentukan organisasi (Supadi, 2007). Kemampuan itu lahir dari suatu
proses yang panjangnya terjadi secara perlaha-lahan melalui proses pengamatan
dan
belajar. Asri (2007) mengatakan, kemampuan manajerial sebagai fondasi yang kuat untuk membangun kesuksesan suatu
organisasi. Sementara menurut Robins (1996) yang dimaksud dengan kemampuan
adalah kapasitas seorang individu untuk mengerjakan berbagai tugas dalam suatu
pekerjaan. Jadi kemampuan manajerial adalah kapasitas seorang individu untuk mnegerjakan
berbagai tugas dalam suatu kegiatan manajerial. Sedangkan yang dimaksud kegiatan
manajerial menurut Mahone dkk (1963) dalam Supraningrum dan Zulaikha (2
003)
antara perencanaan, investigasi, koordinasi, supervisi, pengaturan staf,
negosiasi dan representasi.Faktor penentu utamanya meliputi keahlian,
pengalaman (Miller, 1987 dalam Afandi 2003).
Lingkungan Eksternal
Lingkungan meliputi faktor-faktor di luar perusahaan yang dapat
menimbulkan peluang atau ancaman bagi perusahaan (Lawrence et al, 1988). Untuk mencapai
tujuan perusahaan yang telah ditetapkan, manajemen perlu memperhatikan dua
faktor pokok yakni faktor internal yang sepenuhnya berada dalam kendali
perusahaan, sedangkan faktor eksternal dipandang sebagai kondisi dinamis yang
menciptakankesempatan(opportunities), ancaman (threats), menyediakan sumber
daya dan informasi, tetapi tidak terkendali dan sult untuk diramalkan
perubahannya (Clark et al1994, Child (1997)dalam Ferdianto (2001). Dari banyak
konsep dan istilah lingkungan eksternal, dimensionalisasi lingkungan eksternal
dari Dess dan Beard, kompleksitas, perubahan, daya dukung yang paling banyak
dan diadopsi dalam penelitian empiris (Sharfman et al1991 dalam Ferdianto
2001). Menurut Mintzberg dalam Afandi (2003) bahwa lingkungan yang kompleks dan
berubah dengan cepat mungkin mengakibatkan penurunan pada tingkat keahlian.
Faktor Organisasi
Dalam studi factor perusahaannon
finansial Colon (1982) dalam Afandi (2003) mendapati bahwa kompleksitas
struktur(disebabkan oleh peningkatan diversifikasi), ukuran organisasi dan struktur
organisai adalah faktor penentu utama organisasi untuk mencapai
kinerja.Organisai merupakan salah satu sumber keunikan dalam konsep keunggulan
bersaing. Struktur merupakan elemen organisasi (Walker 1992, Win dan Mind 1998)
dalam Alwi (2001). Monge et al(1992) dalam Wulani(2004) menyatakan bahwa bentuk
organisasi dapat memberikan fleksibilitas dan pengadaptasikan ide baru yang
membuat pengadopsian inovasi menjadi lebih mudah. Menuut Gibson, Ivancevich &
Donnelly (2003) kompleksitas merupakan akibat langsung dari pembagian pekerjaan
dan pembentukan departemen yang terfokus pada jumlah dan jenis pekerjaan,
pengelompokan jabatan, jumlah unit atau departemen yang berbeda secara nyata.
Organisasi dengan berbagai jenis pekerjaan dan unit menimbulkan masalah
manajerial dan organisasi yang lebih rumit karena terjadi ketergantungan tugas
dan sifat tugas yang semakin kompleks.
Kinerja Finansial
Kinerja adalah tingkasan ukuran jumlah dan mutu kontribusi
tugas individu atau kelompok pada unit kerja dan organisasi (Wood et al.,1998
dalam Dongoran,2006) atau sebagai mutu dan jumlah kerja yang dihasilkan.
Kinerja finansial koperasi dapat menggambarkan klasifikasi bisnis koperasi.
Untuk menilai kinerja finansial koperasi menurut Keputusan Mentri Negara
Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia No.
129/KEP/M/KKKMI/XI/2002 tentang Pedoman Klasifikasi Koperasi digunakan
Rentabilitas Modal Sendiri (RMS), Return On Asset(ROA), Asset Turn Over(ATO),
Provitabilitas, Likuiditas, Solvabilitas, Modal Sendiri/Equityterhadap hutang,
yang merupakan aspek yang sangat menentukan klasifikasi suatu
koperasi.Rentabilitas Modal Sendiri(RMS): kemampuan perusahaan menghasilkan
hasil usaha berdasarkan modal sendiri. Return On Asset (ROA): kemampuan
perusahaan menghasilkan hasil usaha berdasarkan tingkat aset tertentu. Asset
Turn Over(ATO): kemampuan perusahaan menggunakan asetnya dengan efektif.
Provitabilitas: kemampuan perusahaan menghasilkan hasil usaha. Likuiditas:
kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek. Solvabilitas: kemampuan
perusahaan memenuhi kewajiban totalnya. Modal sendiri (Equityterhadap hutang:
kemampuan modal sendiri koperasi untuk membayar sendiri kewajibannya/hutangnya.
Model Penelitian
Sesuai hasil penelaahan terhadap penelitian sebelumnya dan
bahasan teoritis dapat pula disusun kerangka pemikiran teoritis seperti
disajikan dalam model berikut ini:
Gambar 1
Model
Penelitian
![]() |
Sumber : Dikembangkan untuk penelitian
(2013)
Perumusan Hipotesis
H1 : Kemampuan manajerial
berpengaruh signifikan terhadap kinerja finansial Koperasi Simpan Pinjam di Salatiga
H2 : Terdapat pengaruh faktor
lingkungan eksternal terhadap kinerja finansial Koperasi Simpan Pinjam di
Salatiga
H3 : Terdapat pengaruh faktor
organisasi terhadap kinerja finansial Koperasi Simpan Pinjam di Salatiga
METODE PENELITIAN
Populasi dan Sampel
Populasi seluruh penelitian ini adalah manajer/pimpinan
seluruh koperasi/unit simpan pinjam yang terdaftar pada kantor koperasi dan UKM
di Salatiga. Terdapat 51 koperasi/unit simpan pinjam. Sampel penelitian
dibatasi pada Koperasi Simpan Pinjam. Dari sudut jumlah, koperasi/unit pinjam
yang paling banyak sehingga persaingan dari usaha tersebut paling ketat bila
dibandingkan dengan jenis koperasi lainnya. Pengambilan sampel yang digunakan
dalam penelitian ini adalah sensus (Arikunto,2006) dimana jumlah seluruh
Koperasi Simpan Pinjam di Salatiga dijadikan sampel.
Pengukuran
Variabel kemampuan manajerial, lingkungan eksternal,
organisasi, kinerja finansial akan diuji pengaruhnya, dimana variabel kemampuan
manajerial (X1), lingkungan eksternal (X2), organisasi (X3) sebagai independen
variabeldan kinerja finansial (Y) sebagai dependen variabel
Teknik Pengokahan Data dan Analisis
Untuk mengetahui apakah instrumen penelitian mampu mengukur
konsep yang telah dipilih digunakan uji validitas dan reliabilitas.
Uji Validitas
Valididtas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat
kevalidan atau kesahihan sesuatu instrumen. Suatu instrumen yang valid atau
sahih mempunyai validitas tinggi. Sebaliknya instrumen yang kurang valid
berarti memiliki validitas rendah (Arikunto 2006). Sebuah instrumen dikatakan
valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan.
Uji Reliabilitas
Reliabilitas menunjuk pada satu pengertian bahwa suatu instrument
cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena
instrumen tersebut sudah baik. Reliabilitas menunjuk pada tingkat keterandalan.
Uji Asumsi Klasik
Uji asumsi klasik dmaksudkan untuk menguji data agar
memenuhi kriterian Best Linier Unbiased Estimator (BLUE) sehingga dapat
menghasilkan parameter penduga yang sahih (Supramono 2003).
Uji Hipotesis
Dalam pengolahan dan analisis data, peneliti menggunakan
perhitungan statistik untuk uji
hipotesis
dengan mengolah data yang telah diperoleh. Berdasarkan variabel-variabel yang
ada maka model yang akan dipergunakan dalam penelitian ini adalah regresi
berganda untuk mengetahui pengaruh kemampuan manajerial, lingkungan eksternal,
struktur organisasi terhadap kinerja finansial.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Uji Validitas
Dari uji validitas, diperoleh hasil yang menunjukkan seluruh
pernyataan pada variabel kemampuan manajerial, lingkungan eksternal,
organisasi, kinerja finansial yang berjumlah 18 butir pernyataan menunjukkan
angka korelasi pearson( r ) lebih besar dari 0,30, menunjukkan seluruh butir
pernyataan dalam kuesioner dapat dinyatakan valid. Dengan demikian seluruh
butir pernyataan dalam kuesioner penelitian dapat digunakan dalam penelitan
ini.
Uji Reliabilitas
Dari uji reliabel instrumen penelitian butir pernyataan
untuk variabel kemampuan manajerial, dengan butir 5 butir pernyataan dari 30
pernyataan dari 30 responden menunjukkan nilai Alpha Cronbachsebesar 0,770,
variabel lingkungan eksternal dengan 3 butir pernyataan menunjukkan nilai Alpha
Cronbachsebesar 0,765, variabel organisasi dengan jumlah pernyataan menunjukkan
nilai Alpha Cronbachsebesar 0,801. Nilai-nilai tersebut menunjukkan instrumen
penelitian masuk dalam kategori reliabel karena lebih besar dari 0,6. Sedangkan
untuk variable kinerja finansial dengan 7 butir pernyataan menunjukkan nilai
Alpha Cronbachsebesar 0,801. Nilaitersebut juga berarti bahwa instrumen masuk
dalam kategori reliabel.
Uji
Asumsi Klasik
Uji
Normalitas Data
Dari hasil uji normalitas data, melalui perbandingan dengan
nilai skewnessdan kurtosis nampak bahwa variabel kemampuan manajerial (X1)
memiliki nilai Skewness0,695 dan Standard Error of Skewness0,427, sehingga
0,695/0,427 = 1,627, nilai kurtosis -0,432 dengan Standard Error of
Kurtosis0,833, sehingga -0,432/0/833 = 0,518. karena nilai perbandingan
Skewness 1,627 dan perbandingan Kurtosisi 0,518 berada diantara -2 dengan +2,
maka data variabel kemampuan manajerial dapat dikatakan normal.Variabel
Lingkungan Eksternal (X2) memiliki nilai Skewness 0,622 dan Standard Error of
Skewness 0,427, sehingga 0,622/0,427 = 1,456, nilai kurtosis 0,765 dengan
Standard Error of Kurtosis 0,833, sehingga 0,765/0,833 = 0,918. Nilai
perbandingan Skewness 1,456 dan perbandingan Kurtosisi 0,918 berada diantara -2
dengan +2, maka data variabel lingkungan eksternal dapat dikatakan
normal.Variabel Organisasi (X3) memiliki nilai Skewness 0,194 dan Standard
Error of Skewness 0,427, sehingga 0,194/0,427 = 0,454, nilai kurtosis -1,161
dengan Standard Error of Kurtosis 0,833, sehingga -1,161/0,833 = 1,393 berada
diantara-2 dengan +2, maka data variabel organisasi dapat dikatakan
normal.Variabel Kinerja Finansial (Y) memiliki nilai Skewness-0,689 dan
Standard Error of Skewness 0,427, sehingga -0,689/0,427 = -1,613, nilai
kurtosis -0,136 dengan Standard Error of Kurtosis0,833, sehingga -0,136/0,833 =
-0,163 berada diantara -2 dengan +2, maka data variabel kinerja finansial dapat
dikatakan normal.
Uji Multikolinearitas
Hasil pengujian dari variabel bebas yaitu kemampuan
manajerial memiliki nilai VIF 1,427, lingkungan eksternal memiliki VIF 1,153
dan organisasi memiliki nilai VIF 1,294. Ketiga variabel tersebut memiliki
nilai VIF tidak jauh dari 1 dan dibawah 5. Berarti bahwa tidak terjadi
multikolinearitas.Uji Heterosdasitas Dari hasil scatter plotterlihat bahwa
penyebaran residual adalah tidak teratur. Hal tersebut dapat dilihat pada
scater plotyang terpancar dan tidak membentuk pola tertentu. Dengan hasil
demikian, kesimpulan yang bisa diambil adalah bahwa tidak terjadi gejala
heteroskedastisitas atau persamaan regresi memenuhi asumsi heteroskedastisitas.
Hasil Uji Hipotesis
Hasil penghitungan regresi berganda menunjukkan Koefisien
regresi kemampuan manajerial sebesar 0,892 dengan tehitung sebesar 3,363 l atau
sig 0,002 lebih kecil dari alpha 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan
manajerial berpengaruh signifikan. Terhadap Kinerja finansial. Untuk koefisien
regresi lingkungan eksternal sebesar-0,825 dengan thitung
sebesar
-2,138 atau sig 0,042 lebih kecil dari alpha 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa
lingkungan eksternal berpengaruh signifikanterhdap kinerja finasial. Sedangkan
koefisien regresi organisasi sebesar 1,421 dengan terhitungsebesar 4,985 atau
sig 0,000 lebih kecil dari alpha 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa organisasi
berpengaruh signifikanterhadap kinerja finansial. Persamaan regresi untuk
prediksi kinerja finansial adalah:
Y = 1,383
+ 0,892X1–0,825X2+ 1,421 X3
Besarnya
koefisien determinasi yaitu Rsquare sebesar 0,770 yang berarti sebesar 77
persen perubahan kinerja finansial, lingkungan eksternal, organisasi. Nilai F hitungsebesar
29,088 dan sig sebesar 0,000, kondisi tersebut terlihat bahwa nilai sig lebih
kecil dari alpha 0,05. Kesimpulan yang dapat diambil adalah koefisien
determinasi signifikan dan koefisien regresi signifikan artinya menolak H0dan
menerima Ha, atau terdapat pengaruh kemampuan manajerial,
lingkungan
eksternal, organisasi secara bersama- sama terhadap kinerja finansial secara
signifikan pada taraf kepercayaan 95%.
BAB IV
PENUTUP
KESIMPULAN
Melalui
penelitian ini dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1.Terdapat pengaruh kemampuan manajerial terhadap kinerja finansial
Koperasi Simpan Pinjam di Salatiga secara signifikan. Hasil penelitian
menunjukkan pengaruh positif, yang berarti semakin tinggi kemampuan manajerial
manajer atau pimpinan Koperasi Simpan Pinjam di Salatiga maka semakin baik
kinerja finansial Koperasi Simpan Pinjam di Salatiga. Hal ini berarti untuk
mendapat kinerja finansial yang baik, faktor kemampuan manajerial seorang
manajer atau pimpinan Koperasi Simpan Pinjam harus mendapatkan perhatian, yaitu
dengan melihat pengalaman, ketrampilan terutama dalam memahami laporan keuangan
dan penggunaan teknologi terkini.
2.Terhadap pengaruh lingkungan eksternal terhadap kinerja
finansial Koperasi Simpan Pinjam di Salatiga secara signifikan. Hasil
penelitian menunjukkan pengaruh negatif, yang berarti semakin tinggi tingkat
kompleksitas dan perubahan yang dihadapi maka terdapat penurunan tingkat
kinerja finansial yang dicapai Koperasi Simpan Pinjam di Salatiga. Faktor
lingkungan eksternal merupakan faktor yang harus mendapatkan perhatian karena dapat
merupakan ancaman bagi kelangsungan hidup Koperasi Simpan Pinjam.
3.Terdapat pengaruh organisasi terhadap kinerja finansial
Koperasi Simpan Pinjam di Salatiga secara signifikan. Hasil penelitian
menunjukkan pengaruh positif, yang berarti semakin tinggi tingkat organisasi
maka semakin tinggi kinerja finansial yang dapat dicapai Koperasi Simpan Pinjam
di Salatiga. Untuk mendapatkan kinerja finansial yang baik maka perlu adanya
peningkatan jenis produk yang ditawarkan, peningkatan aset yang digunakan dalam
melakukan usahanya dan kewenangan yang desentralisasi sehingga dapat memberikan
kesempatan para karyawan dan manajer atau pimpinan untuk berkreasi meningkatkan
pendapatan Koperasi Simpan Pinjam.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar