Sabtu, 25 November 2017

PENGANTAR BISNIS MANAJEMEN, ORGANISASI DAN PEMASARAN ( TUGAS KELOMPOK PENGANTAR BISNIS# )

PARIWISATA INDONESIA TUMBUH PALING PESAT DI ASIA TENGGARA(TULISAN PENGANTAR BISNIS #)

PARIWISATA INDONESIA TUMBUH PALING PESAT DI ASIA TENGGARA

 Hasil gambar untuk logo gundar


Disusun oleh:

NAMA                  :    ROSIDAH PANJAITAN
KELAS                 :    1 EB 18
                                NPM                    :    25217400
DOSEN                 :    IBU TIWI ANGGRAENI
MATA KULIAH  :    PENGANTAR BISNIS#

      UNIVERSITAS GUNADARMA
        TAHUN AJARAN 2017/2018







BAB I
PENDAHULUAN

Sektor Pariwisata Indonesia sudah sejak beberapa dekade lalu mempunyai unggulan yang menjanjikan hanya saja belum menjadi perhatian serius dan utama Pemerintah Republik Indonesia, hingga pada akhirnya Pemerintahan Presiden Jokowi berniat menggarap sektor pariwisata lebih serius dan menjadikannya sebagai suatu industri dan andalan pendapatan negara.Tanpa ditetapkan sebagai industri, sulit bagi sektor Pariwisata untuk berkembang, mendatangkan devisa untuk negara dan bersaing dengan negara lain yang mempunyai obyek pariwisata terbatas tetapi diurus dengan serius, seperti yang dilakukan oleh Malaysia, Singapore, Vietnam dan lain lain.Keseriusan Pemerintah untuk menjadikan industri Pariwisata sebagai salah satu sumber utama penerimaan negara di masa depan merupakan niat yang harus didukung dan diharapkan dipersiapkan secara serius oleh Pemerintah, bukan hanya sekedar lips service

             Target 20 juta wisatawan manca negara (wisman) hingga tahun 2019 merupakan target yang ditetapkan oleh Pemerintahan Jokowi dan untuk dapat mencapai target tersebut harus dibuat strategi yang handal dari sisi kebijakan, kesiapan infrastruktur dan pengembangan sumber daya manusianya. Tanpa itu semua sulit target tersebut akan tercapai.  Pemerintah sudah menetapkan 10 daerah wisata unggulan dengan anggaran yang tidak sedikit (sekitar Rp 20 triliun), baik untuk pengembangan industri pariwisatanya sendiri maupun pembangunan infrastruktur penunjangnya, seperti bandara, pelabuhan laut/sungai/danau, jalan tol dan sebagainya. Namun  rencana tinggal rencana kalau penyakit korupsi penyalahgunaan anggaran negara, terutama di daerah, belum berhenti.Untuk melihat tingkat keseriusan Pemerintah, kita bisa menggunakan contoh beberapa lokasi yang saat ini sedang dan akan dikembangkan sebagai  10 destinasi utama wisata atau Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), yaitu : Danau Toba (Sumut), Tanjung Lesung (Banten), Tanjung Kelayang (Bangka Belitung), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Candi Borobudur (Jawa Tengah), Kawasan Bromo-Tengger (Jawa Timut), Mandalika, Labuan Bajo (NTT), Wakatobi (Sulawesi Tenggara) dan Morotai (Maluku Utara).

              Malalui penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) No. 3 Tahun 2016 Tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional, Pemerintah melakukan percepatan pembangunan infrastruktur transportasi, listrik dan air bersih guna menunjang pengembangan 10 Kawasan tersebut. Dari 10 Kawasan tersebut, Danau Toba merupakan salah satu potensi besar yang cukup sulit dikembangkan, jika dibandingkan dengan 9 darah lainnya.









BAB II
ISI

Pariwisata Indonesia benar-benar melejit secara fundamental. Perpaduan antara dedikasi, komitmen, strategi, dan teori yang diambil Menteri Arief Yahya mulai terasa detak-nya.Sejak Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dinakhodai Arief, industri pariwisata Indonesia melesat gila-gilaan. Impact ekonomi di level bisnisnya, juga makin terasa. Setidaknya, hal itu terlihat dari tren kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia sepanjang Januari-April 2017.Tren kunjungan wisman ke Indonesia lebih tinggi dibandingkan tiga negara besar di Asia Tenggara. Yakni, Singapura, Malaysia, dan Thailand. Melansir laman Business Times pada 24 Juni, kunjungan wisman ke Singapura dalam empat bulan pertama 2017 mencapai 5,79 juta. Jumlah itu hanya meningkat 4,4 persen secara year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama 2016 lalu.Dari jumlah itu, sebanyak 1,1 juta merupakan wisman asal Tiongkok. Sementara itu, wisatawan asal Indonesia yang berkunjung ke Singapura mencapai 968 ribu. Namun, kunjungan wisman asal Indonesia ke Singapura berpeluang menurun. “Penguatan dolar Singapura diperkirakan bertahan tahun ini. Hal itu akan menghalangi warga Indonesia untuk liburan ke Singapura,” yang disampaikan oleh Direktur Riset Cushman & Wakefield, Christine Li.
Kenaikan yang hanya 4,4 persen itu membuat industri perhotelan di Singapura anjlok dua persen pada empat bulan pertama 2017.Total revenue hanya mencapai SGD 1,06 miliar. Average room rates (ARR) juga turun 2,3 persen.Sementara itu, tren kunjungan wisman ke Malaysia malah lebih parah. Menukil laman Xinhua pada 8 Juni, kunjungan wisman ke Negeri Jiran, julukan Malaysia turun 0,5 persen secara year on year (yoy).Penurunan terbesar berasal dari wisman asal Amerika Serikat (AS). Melansir laman Bernama pada 19 Juni, kunjungan turis asal AS sepanjang Januari-April 2017 hanya sejumlah 52.237.Artinya, ada penurunan sebesar 12,9 persen. Turis AS menempati posisi ke-14 dari 15 total wisman yang mengunjungi Malaysia. Namun, kunjungan wisman asal Tiongkok mencapai 551 ribu alias naik 7,5 persen.Jumlah itu menjadikan turis asal Tiongkok menduduki peringkat ketiga dari total wisman yang berkunjung ke Negeri Jiran. Sementara itu, tren kunjungan wisman ke Thailand yang selama ini dianggap musuh profesional oleh Arief Yahya juga tak terlalu menggembirakan.
Berdasarkan data Kementerian Pariwisata dan Olahraga Thailand sebagaimana dilansir TTR Weekly akhir Mei lalu, kunjungan wisman ke Negeri Gajah Putih pada empat bulan pertama 2017 mencapai 12,02 juta. Angka itu hanya naik 2,91 persen dibandingkan periode yang sama 2016 lalu. Saat itu, sebanyak 11,68 juta wisman pelesiran ke Thailand.Kunjungan turis asing dari beberapa negara ke Thailand juga anjlok cukup tajam. Penurunan terbesar terjadi dari wisman Tiongkok yang anjlok 7,5 persen. Sedangkan peningkatan tertinggi berasal dari wisman Rusia. Sebanyak 595.618 turis Rusia berkunjung ke Thailand sejak Januari hingga April.Jumlah itu meningkat 34,35 persen dibandingkan periode yang sama 2016 lalu sejumlah 443.346. Sementara itu, wisman India yang selama ini menjadi pasar nan gemuk hanya naik dari 94.012 menjadi 107.451. Artinya, kenaikan hanya sebesar 14,29 persen.Melihat tren kunjungan wisman ke tiga negara besar itu, Indonesia boleh menepuk dada. Sebab, tren kunjungan wisman ke Indonesia berhasil melampaui tiga negara besar tersebut. Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 4,20 juta wisman mengunjungi Indonesia sepanjang Januari-April 2017.Artinya, ada peningkatan sebesar 19,34 persen dibandingkan periode yang sama 2016 lalu. Saat itu, jumlah kunjungan wisman mencapai 3,52 juta. Khusus kunjungan wisman pada April 2017 juga mengalami lonjakan signifikan. Jumlah wisman yang ke Indonesia pada April 2017 lalu mencapai 1,14 juta.Angka itu melesat 26,75 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ketika itu, sebanyak 901.09 wisman berlibur ke Indonesia. 







BAB III
PENUTUP

   A.     KESIMPULAN
pengoptimalan sektor pariwisata dapat memajukan dan mensejahterakan daerah wisata khusunya sehingga dapat berdampak positif bagi negara. Dengan langkah dan kebijakan pemerintah yang tepat, sektor pariwisata merupakanpenyumbang devisa trbesar kelima setelah minyak, gas, batubara dan kelapa sawit. Trend pertumbuhan pariwisata Indonesia terus meningkat setiap tahunnya.
Sektor pariwisata dapat membuka banyak lapangan kerja sehingga dapat mengurangi tingkat pengangguran yang tentu saja berdampak baik untuk kesejahteraan masyarakat.Sektor ini memberikn kesempatan bagi para pengusaha kecil hingga pengusaha besar karena menyerap dari berbagi usaha, antara lain perhotelan atau penginapan untuk tempat menginap selama berwisata, jasa transportasi, guide, rumah makan atau restoran, ticketing, dll.
Tren kunjungan wisman ke Indonesia lebih tinggi dibandingkan tiga negara besar di Asia Tenggara. Yakni, Singapura, Malaysia, dan Thailand. Melansir laman Business Times pada 24 Juni, kunjungan wisman ke Singapura dalam empat bulan pertama 2017 mencapai 5,79 juta. Jumlah itu hanya meningkat 4,4 persen secara year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama 2016 lalu. Kenaikan yang hanya 4,4 persen itu membuat industri perhotelan di Singapura anjlok dua persen pada empat bulan pertama 2017. Artinya, ada peningkatan sebesar 19,34 persen dibandingkan periode yang sama 2016 lalu. Saat itu, jumlah kunjungan wisman mencapai 3,52 juta. Khusus kunjungan wisman pada April 2017 juga mengalami lonjakan signifikan. Jumlah wisman yang ke Indonesia pada April 2017 lalu mencapai 1,14 juta.

   B.     Saran
Pemerintah harus memperhatikan setiap perkembangan pariwisata, agar tidak menyebabkan kerugian bagi negara. Pemerintah juga harus memerhatikan perbaikan-perbaikan terhadap destinasi, terutama bagaimana usaha pemerintah untuk mencegah orang-orang yang dapat meresahkan turis, seperti perampokan, kemudian “pak ogah” orang-orang yang memungut bayaran parker yang sebenarnya sudah ada loket untuk membayar parker, dan masih banyak lagi masalah masalah yang perlu dibenahi sehingga para wisatawan merasa aman dan nyaman untuk berwisata di Indonesia.




BAB IV
REFRENSI




Pembangunan Infrastruktur sebagai Kunci Pengembangan Pariwisata ( Tulisan Pengantar Bisnis # )

Pembangunan Infrastruktur sebagai Kunci Pengembangan Pariwisata

 Hasil gambar untuk logo gundar


Disusun oleh :

NAMA    :   ROSIDAH PANJAITAN
NPM        :   25217400
KELAS    :   1 EB 18


   PENGANTAR BISNIS
   2017/2018







BAB I
PENDAHULUAN


Indonesia selain terkenal akan ragam budaya, kuliner dan segala halnya juga terkenal dengan pariwisatanya. Banyak tempat yang menarik di Indonesia yang menjadi pilihan untuk dikunjungi saat hari-hari libur. Tempat-tempat ini pun menarik perhatian para-para turis asing yang tinggal atau pun hanya sekedar datang ke Indonesia.  Mereka biasa ingin berlibut ke tempat-tempat yang menarik yang belum pernah ada di negara mereka.

            Dengan adanya turis mancanegara yang dateng ke Indonesia membuat devisa negara bertambah. Pariwisata yang menarik akan membuat orang-orang pun datang berkunjung. Dengan visa makan Indonesia akan mendapatkaan keuntungan dari turis tersebut. Maka dari itu pariwisata merupakan salah satu kegiatan yang penting untung mendapatkan surplus untuk negara.
            Peran Pemerintah pun harus di perhatikan. Pariwisata di Indonesia harus lebih di kembangka lagi dari sisi tempat yang harus lebih di tata lagi. Seperti Bali tempat yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan asing. Mungkin pantai yang harus lebih dijaga kebersihannya. Serta fasilitas-fasilitas yang ada perlu di mantabkan lagi. Serta masalah kemanan di tempat tersebut.










BAB II
ISI

Bercermin dari prestasi pariwisata Indonesia di tingkat dunia, yaitu menjadi negara yang hanya menempati peringkat ke 74 dari 139 negara maka ini adalah kenyataan yang cukup pahit bagi Indonesia. Indonesia memiliki potensi pariwisata yang besar, namun masih kalah oleh negara-negara tetangga di Asia Tenggara seperti Singapura yang mencapai peringkat 10 dan Malaysia di peringkat 35. Padahal kedua negara tersebut jauh lebih kecil dari Indonesia, tentu dengan potensi wisata yang tidak sebanyak di Indonesia.

             Pemerintah Indonesia dewasa ini tengah menggiatkan kembali sektor pariwisata untuk meningkatkan kesejahteraan dan mengharumkan Indonesia di mata internasional. Dikatakan dengan lantang oleh Presiden Jokowi yang menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur sebagai kunci utama untuk mengembangkan pariwisata. Bagi Presiden Jokowi, infrastruktur di situs-situs pariwisata Indonesia akan meningkatkan daya saing Indonesia, yang pada akhirnya bakal menekan biaya ekonomi yang tinggi saat ini.
Lokasi wisata Indonesia sangat banyak, namun infrastruktur yang tersedia masih dianggap kurang memadai. Bahkan pada banyak tempat wisata, infrastrukturnya masih tidak mendukung kunjungan wisatawan ke daerah tersebut. Infrastruktur yang memadai akan membantu pemerintah dan masyarakat untuk menggali potensi wisata di suatu daerah secara maksimal. Tak tanggung-tanggung, pemerintah berani menggelontorkan anggaran untuk infrastruktur dan promosi pariwisata hingga 5,6 triliun rupiah.
cara paling memungkinkan untuk mengembangkan suatu daerah wisata dengan maksimal selain bergantung pada anggaran dari pemerintah salah satunya adalah dengan melibatkan pihak swasta dalam kegiatan investasi. Melalui kegiatan investasi pada sektor pendukung industri pariwisata, diharapkan akan mampu mempercepat pertumbuhan jumlah wisatawan ke Indonesia.
Menurut Hengky Manurung, Kepala Bidang Investasi Pariwisata Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata, investasi pada pembangunan infrastruktur di bidang pariwisata tak bisa lagi ditunda. Infrastruktur adalah penyokong utama sektor pariwisata di negara manapun, termasuk di Indonesia. Dengan adanya investasi pada infrastruktur Indonesia, maka target-target pemerintah di bidang pariwisata bisa dicapai, salah satunya adalah untuk mendatangkan 20 juta wisatawan asing pada tahun 2020 mendatang, menurut Hengky, keseriusan pemerintah dalam menggenjot investasi infrastruktur Indonesia di bidang pariwisata terlihat dari pembangunan jalur kereta api Makassar yang saat ini tengah berjalan.
Meski demikian masih banyak investasi infrastruktur lain yang masih harus mendapat perhatian dan penjaminannya. Beberapa contoh diantaranya adalah jalan raya dan akomodasi pariwisata. Jika diperhatikan, lokasi wisata yang telah memiliki sistem transportasi dan infrastruktur jalan raya yang baik pada umumnya hanya terdapat di pulau Jawa dan Bali. Itu pun tidak semua tersedia pada lokasi wisata, banyak juga yang masih memiliki akses jalan yang buruk dan minim transportasi. Hal yang sama pun berlaku bagi obyek-obyek wisata di luar pulau Jawa dan Bali.
Sesungguhnya, semangat pemerintah dalam menggenjot sektor pariwisata di Indonesia telah mendapat dukungan dari kalangan pebisnis di Indonesia. Mereka mau berinvestasi asalkan investasi mereka terjamin dan dilindungi pemerintah. Oleh sebab itu, kini adalah tugas pemerintah dan masyarakat untuk bahu membahu membuat lokasi-lokasi wisata di Nusantara menjadi lebih menarik dan disukai wisatawan.

                                                                                                                                   
                                                                                       


BAB III
PENUTUP
   A.    Kesimpulan

Infrastruktur adalah penyokong utama sektor pariwisata di negara manapun, termasuk di
Indonesia. Dengan adanya investasi pada infrastruktur Indonesia, maka target-target pemerintah di bidang pariwisata bisa dicapai, salah satunya adalah untuk mendatangkan 20 juta wisatawan asing pada tahun 2020 mendatang.
Banyaknya destinasi pariwisata yang ada di Indonesia membuat banyak sekali turis asing datang untuk menikmati keindahan serta budaya Indonesia. Selain turis asing, turis domestik juga banyak yang melakukan liburan dengan pergi ke tempat wisata yang ada di Indonesia. Sekarang ini yang sedang diminati banyak wisatawan untuk pergi berwisata adalah menikmati keindahan alam yang ada di Indonesia. Banyak sekali destinasi tempat wisata yang ada di Indonesia mulai dari wisata alam seperti laut, gunung, danau, sungai, green canyon, padang rumput, curug atau air terjun serta masih banyak lagi wisata alam yang menjadi pilihan para wisatawan baik asing maupun domestik untuk berlibur menikmati indahnya alam Indonesia.

   B.     Saran

Pemerintah harus lebih focus terhadap pembangunan infrastruktur di beberapa tempat,
khususnya yang berhubungan dengan pariwisata. Karena infrastruktur sangat berpengaruh terhadap inflasi pariwisata. Sehingga wisatawan dapat menikmati keindahan alam dengan baik, tanpa mencemaskan transportasi ke wisata tersebut.







BAB IV
REFRENSI

   1.      BKPM


PENCURIAN IKAN DI INDONESIA (TULISAN PENGANTAR BISNIS # )

PENCURIAN IKAN DI INDONESIA
 Hasil gambar untuk logo gundar

Disusun oleh :
NAMA    :   ROSIDAH PANJAITAN
NPM        :   25217400
KELAS    :   1 EB 18

PENGANTAR BISNIS
2017/2018







BAB I
PENDAHULUAN

               Indonesia adalah Negara yang disebut dengan Negara maritime yang berarti 2/3 wilayahnya merupakan lautan. Dalam UUD 1945 pasal 33 ayat (3) disebutkan, bahwa bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasi oleh Negara dan dipergunakan untuk kemakmuran rakyat. Meskipun begitu tidak dapat dipungkiri juga bahwa kekayaan alam khususnya laut di di Indonesia masih banyak yang dikuasai oleh pihak asing, dan tidak sedikit yang sifatnya illegal dan mementingkan dirinya sendiri.
 Dari sisi pertahanan, penguasaan laut berati mampu menjamin penggunaan laut untuk kepentingan Nasional dan mencegah lawan untuk menggunakan potensi laut yang kita miliki. Pemerintah perlu segera menyelesaikan percepatan batas wilayah laut agar dapat meberikan kepastian atas batas wilayah Negara dan dapat mempererat hubungan bilateral antara Negara yang berbatasan, serta mendorong kerja sama kedua Negara yang berbatasan diberbagai bidang termasuk dalam pengolahan kawasan perbatasan, misal terkait pelayaran, kelautan, dan perikanan.


           
    


BAB II
ISI


Pemerintah Indonesia segera merealisasikan berbagai kebijakan dalam memerangi praktek pencurian ikan yang belakangan ini telah diwancanakan. Menurut kementrian Perikanan dan Kelautan, modus operandi yang umumnya dilakukan adalah penangkapan ikan tanpa izin, menggunakan izin palsu, serta menggunakan alat tangkap yang dilarang. Pelaku juga diketahui melakukan penangkapan di wilayah yang tidak sesuai izin, serta tidak melaporkan hasil tangkapan yang sesungguhnya atau pemalsuan data hasil tangkapan       
Sebanyak 18 titik di wilayan perarian Indonesia rentan terjadinya aksi pencurian ikan, sehingga dapat mengganggu ketersediaan sumber pangan perikanan dalam negri. Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) mencatat tidak sedikit kapal – kapal asing yang memasuki perairan Indonesia melakukan pencurian. “praktek ini jelas merugikan Negara dalam menjaga kelestarian ekosistem laut dan keberlanjutan sumber daya pangan perikanan.” Ujar ketua Dewan Pembina KNTI, Riza Damanik, Padang. Pemerintah harus memperhatikan kasus pencurian ikan yang selama ini terjadi, karena laut Indonesia itu seperti rumah orang kaya yang ditinggalkan penghuninya sehingga dapat dicuri isinya oleh siapapun. Pemerintah harus mencegah dan menghentikan pencurian ikan dengan strategis kesejahteraan, yakni menggeser 1.000 armada perikanan rakyat dengan bobot di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) dan laut lepas.
             Nelayan asing makin berani menjarah ikan di kawasan laut dalam atau wilayan berdaulat Republik Indonesia. Sebanyak 18 nelayan Vietnam yang tertangkap menjarah ikan di kepulauan Riau pekan lalu, menggunakan alat selam untuk mencari ikan karang yang mahal. Tanpa takut mereka mencari ikan di wilayah territorial Indonesia. Vietnam dikenal sebagai salah stau Negara yang pengekspor ikan ke banyak Negara. Padahal, stok ikan di perairan mereka semakin menipis akibat over fishing. Akibatnya, banyak nelayan Vietnam yang menjarah ikan di perairan Indonesia untuk memenuhi permintaan pasar dunia.
            Kesabaran pemerintah Indonesia agaknya sudah habis sehubungan dengan kian maraknya kasus pencurian ikan oleh kapal nelayan asing di perairan laut Indonesia. Setiap tahun Indonesia menderita kerugian sekitar Rp 300 triliun akibat kasus pencurian oleh kapal asing. Jumlah itu sangat jauh dari pendapatan Negara yang masuk dari sector kelautan yang hanya Rp300 miliar pertahun. Hitungan kerugian Negara akibat ‘illegal fishing’ yang mencapai RP300 triliun itu agaknya bukan sekedar isapan jempol belaka , sebab menurut laporan tidak kurang dari 5.400 kapal asing beroprasi mencuri ikan di perairan laut Indonesia. Karena itu sangat beralasan presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan agar Tentara Nasional Indonesia dan Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti untuk langsung menenggelamkan kapal – kapal yang tertangkap melakukan pencurian ikan di laut Indonesia. Selanjutnya tindakan tegas itu memang harus dilakukan untuk menimbulkan efek jera bagi warga Negara asing yang mencuri ikan di perairan Indonesia. Perjuangan untuk menyelamatkan kekayaan Negara itu perlu didukung semua pihak.
            Instruksi presiden Jokowi untuk menindak tegas nelayan asing yang terbukti mencuri ikan di perairan laut Indonesia itu langsung ditindaklanjuti oleh Menteri kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan TNI Angkatan Laut. Seperti diterbitkan sejumlah media pekan ini, Menteri Susi bersama instansi terkait menangkap 3 kapal asing yang mencuri ikan di perairan laut Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Tercatat 132 kapal asing jenis perahu/sampan berhasil diamankan. Susi menyebutkan kelompok ini sebagai manusia perahu. Jumlahnya mencapai 400 orang dan berasal dari Malaysia dan Filipina. Mereka adalah manusia perahu, ada yang banyak dari Samporna (Malaysia) dan dari Gunggau Filipina.
            Masuknya kelompok asing ini ke Indonesia, menurut Susi sudah melanggar ketentuan territorial karena tidak memiliki izin resmi. Apalagi setelah melakukan aktivitas seperti penangkapan ikan dan perusakan lingkungan. Ia mengatakan menurut UU kedaulatan Negara, itu sudah melanggar territorial. Jadi itu saja sudah jelas salah. Ia juga mencurigai penangkapan ikan ini menggunakan bom dan potas. Meski belum mendapatkan bukti bahan kimia saat penangkapan kapal, namun investigasi akan terus dilanjtkan.






BAB III
PENUTUP

   A.    Kesimpulan
Sebanyak 18 titik di wilayan perarian Indonesia rentan terjadinya aksi pencurian ikan, sehingga dapat mengganggu ketersediaan sumber pangan perikanan dalam negri. Pemerintah harus mencegah dan menghentikan pencurian ikan dengan strategis kesejahteraan, yakni menggeser 1.000 armada perikanan rakyat dengan bobot di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) dan laut lepas.
Menteri Susi bersama instansi terkait menangkap 3 kapal asing yang mencuri ikan di perairan laut Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Tercatat 132 kapal asing jenis perahu/sampan berhasil diamankan. Susi menyebutkan kelompok ini sebagai manusia perahu. Jumlahnya mencapai 400 orang dan berasal dari Malaysia dan Filipina. Mereka adalah manusia perahu, ada yang banyak dari Samporna (Malaysia) dan dari Gunggau Filipina.
   B.     Saran
 Sebaiknya pemerintah harus lebih serius dan ketat lagi dalam mengawasi  atau menjaga keamanan laut di indonesia, agar tidak ada lagi pencurian ikan, yang mengakibatkan indonesia mengalami kerugian yang besar. Dan harus ada dukungan ,kordinasi atau kerjasama satu sama lain untuk menjaga keamanan laut di indonesia.






BAB IV
DAFTAR PUSTAKA







PENYEBAB TUTUPNYA PERUSAHAAN VANS ( TULISAN PENGANTAR BISNIS # )

PENYEBAB TUTUPNYA PERUSAHAAN VANS
Hasil gambar untuk logo gundar

Disusun oleh :

NAMA    :   ROSIDAH PANJAITAN
NPM        :   25217400
KELAS    :   1 EB 18

PENGANTAR BISNIS
2017/2018








BAB I
PENDAHULUAN

Penerimaan pendapatan yang tidak merata di berbagai wilayah di Indonesia merupakan suatu hal yang harus diperbaiki oleh pemerintah.Hal ini terlihat dari masih banyaknya kesenjangan social yang ada di masyarakat. Harga kebutuhan sandang dan pangan yang meningkat juga menambah penderitaan masyarakat  berpendapatan rendah. Oleh karena itu, daya beli masyarakat terhadap kebutuhan Primer dan sekunder juga makin berkurang.
Kebutuhan sekunder yang akhir-akhir ini menjadi tren di kalangan anak muda sekarang yaitu sepatu sneakers.Vans merupakan salah satu perusahaan brand sepatu ternama yang berasal dari Amerika Serikat. Awalnya perusahaan yang berdiri tahun 1966 itu hanya perusahaan kecil yang didirikan oleh Paul Van Doren bersama tiga temannya. Kini perusahaan tersebut sudah menjadi perusahaan besar walaupun sempat mengalami kebangkrutan.
Di Indonesia, khususnya di Kota Jakarta, sepatu Vans tidak hanya di pakai oleh para skater, tetapi juga oleh personil band dan sneaker freak (orang yang hobi mengoleksi sepatu) . Di Indonesia sepatu ini termasuk barang langka, karena tidak memiliki toko resmi . Namun, ada beberapa toko yang menjual produk Vans, mulai dari sepatu , pakaian , dan aksesoris dengan harga yang lebih mahal karena harus memesan di luar negeri.Dari awal kemunculannya sampai sekarang, Vans tidak pernah ketinggalan tren, walaupun modelnya selalu klasik,Vans tetap menjadi barang yang selalu di buru .
Distributor Vans di Indonesia saat ini sedang mengalami krisis internal. Banyaknya hutang menyebabkan distributor Vans harus gulung tikar. Hal ini didasari oleh manajeman pemasaran dan pemasaran stratejik yang dikelola kurang baik oleh pihak distributor.






BAB II
ISI


            Kasus Vans memang masih kurang familiar bagi beberapa orang Indonesia yang khususnya tidak bisa menggunakan teknologi. Hal ini dikarenakan, kasus vans tidak disiarkan langsung di program berita baik televisi swasta maupun nasional. Berbeda dengan kasus Nike yang sudah bukan rahasia umum lagi. Namun, bagi orang-orang yang suka berselancar di dunia maya, kasus Vans sudah seperti jamur yang sudah merajaela kemana-mana. Bahkan social media diramaikan dengan hastag #savevansindonesia.
            Penyebab tutupnya vans di Indonesia adalah hadirnya kabar bahwa PT Gagan indonesia yang menjadi distributor dinyatakan pailit alias bangkrut. PT Gagan Indonesia, distributor produk fesyen multinasional menerima status pailit atau bangkrut dariPengadilan Niaga JakartaPusat lantaran menemui kesepakatan antara pihaknya dengan kreditur mengenai Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).
            Gagan yang merupakan distributor berbagai merek fesyen seperti Adidas.Bebe,Promod,Ted Baker dan Quiksilver termasuk vans ini isebut memiliki hutang kepada sekitar 50 kerditur sebanyak Rp 281,41 miliar. Di kutip dari kontan.co.id, Gagan Indonesia akan membayar hutang-hutangnya tersebut dengan mengklasifikasikan kreditur menjadi dua, yakni kreditur yang memiliki tagihan hingga Rp 100 miliar dan kreditur dengan tagihan di atas Rp 100 miliar.Untuk kreditur yang memiliki tagihan hingga Rp 100 miliar akan dilunasi selama 20 tahun dengan dua graceperiod.Sementara, kreditur dengan tagihan di atas Rp 100 miliar akan dibayar selama 30 tahun dengan tiga graceperiod.
Adapun pihak yangmenjadi kreditur Gagan Indonesia antara lain RSH Holdings sebesar Rp 201,34 miliar, PT Adidas Indonesia Rp 13,31 miliar, PT Quiksilver Indonesia Rp 7,05 miliar, dan Bank Standrad Chatered Indonesia sekitar Rp 28 miliar.Menurut para kreditur, tawaran tersebut cukup lama dan tidak realistis. Gagan dinilai enggan mencari investor baru untuk melanjutkan usaha dan hanya mengandalkanaset perusahaan.Padahal, total aset perusahaan diketahui hanya senilai Rp 80,3 miliar, dengan rincian Rp 51,21 miliar berupa barang inventori dan Rp 3,17 miliar berupa piutang.
Kabar Vans pailitnya PT Gagan Indonesia sebagai distributor membuat merek-merek yang menjadi mitranya dikabarkan akan menutup gerainya di Indonesia. Salah satunya adalah Vans.Beberapa gerai Vans di Jakarta, seperti di Pondok Indah Mall 2, Plaza Senayan, Mall Kelapa Gading, dan Grand Indonesia telah resmi ditutup. PantauanMarketeers.com, gerai Vans di Kota Kasablanka juga sudah tutup.Sampai saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak Vans, apakah akan mencari mitra bisnis ritel baru atau memilih untuk tidak memiliki gerai offlinedi Indonesia.Sampai berita ini diturunkan, akun resmi media sosial Twitter @VansOfficialID dan Instagram @Vans.Indo sejak 9 Mei 2017 tidak memberikan kabar terbaru kepada para pengikutnya. Hal tersebut semakin memperkuat dugaan para Vans Head(sebutan para penggemar Vans) bahwa mereksneakerstersebut akan mengakhiri bisnisnya di tanah air.
Publik yang bertanya-tanya dan menyayangkan kabar tersebut menunjukkan bahwa Vans memiliki advokasi merek yang kuat khususnya bagi konsumen muda. Meskihadir sejak tahun 1966, Vans sampai saat ini masih dapat menjadi merek sepatu yang relevan dengan kaum millennials.Merek ini lahir pada Maret 1966 oleh tangan sang pendiri Paul Van Doren yang membangun perusahaan sepatu bernama Van Doren Rubber Co. Sejak awal berdiri, Vans diposisikan sebagai merek sepatu dan pakaian untuk paraskater, snowboarder, pesepeda BMX, maupun peselancar.Vans mengalami masa kejayaan pada dasawarsa tahun 70an hingga awal 80an lantaran penjualannya yang melesat.
Namun memasuki tahun 1983, Vans terbelit masalahinternal yang membuat mereka tidak mampu mengatasi utang. Perusahaan saat itu terpaksa berganti status menjadi “Perusahaan Bangkrut”.Akan tetapi, lima tahun kemudian atau pada tahun 1988, Vans keluar dari belenggu utang dan melelang sahamnya kepada perusahaan investment banking. Semenjak itu, Vans kembali berjaya sebagai merek fesyen dunia.Kini, publik tengah menunggu apakah Vans benar-benar akan tutup di Indonesia. Jika itu benar terjadi, hengkangnya Vans bukan menjadi kejadian perdana di tanah air. Sebelumnya, merek sepatu MacBeth juga menutup seluruh tokonya di Indonesia setelah pemilik tunggalnya menjual seluruh saham.Di sisi lain, adabrand yang memilih untuk menarik penjualan produknya dari distributor yang pailit. Seperti yang dilakukan merek Quiksilver yang membentuk perusahaan PT Quiksilver Indonesia, dan memutus hubungan kerja sama dengan PT Gagan Indonesia.





BAB IV
PENUTUP


    A.    KESIMPULAN
kasus Vans terjadi karena kurangnya promosi dari pihak distributor kepada konsumen baik melalui media cetak maupun media digital. Terkait karena tidak adanya promosi, konsumen pun tidak tahu apa saja sepatu model terbaru yang dikeluarkan oleh Vans. Sehingga mereka pun tidak tertarik untuk membeli.Maraknya barang-barang tiruan atau kw yang menyerupai sepatu merek Vans dengan    harga yang lebih murah dari aslinya.Berkembangnya shopping online di Indonesia berdampak pada hasil penjualan PT Gagan selaku pihak distributor.
    B.     SARAN
Sebaiknya vans melakukan promosi. Agar konsumen dapat mengetahui apa saja yang di produksi oleh vans dan model seperti apa saja yang di keluarkan oleh perusahaan tersebut. agar tidak ada barang yang tiruan yang diproduksi perusahaan lain seperti vans.






BAB IV
REFRENSI

    2.      http://m.tribunnews.com/lifestyle/2017/06/03/maaf-semua-toko-vans





pengaruh sektor pariwisata yang mempengaruhi tingkat pendapatan negara dengan melihat semakin tingginya tingkat wisatawan( Tulisan Pengantar Bisnis # )


pengaruh sektor pariwisata yang mempengaruhi tingkat pendapatan negara dengan melihat semakin tingginya tingkat wisatawan

 Hasil gambar untuk logo gundar

Disusun oleh :

NAMA    :   ROSIDAH PANJAITAN
NPM        :   25217400
KELAS    :   1 EB 18

PENGANTAR BISNIS
2017/2018






BAB I
PENDAHULUAN

Sektor pariwisata merupakan sektor yang potensial untuk dikembangkan sebagai salah satu sumber pendapatan daerah. Usaha memperbesar pendapatan asli daerah, maka program pengembangan dan pemanfaatan sumber daya dan potensi pariwisata daerah diharapkan dapat memberikan sumbangan bagi pembangunan ekonomi. Pariwisata dipandang sebagai kegiatan yang mempunyai multidimensi dari rangkaian suatu proses pembangunan. Penyelenggaraan Kepariwisataan ditujukan untuk meningkatkan pendapatan nasional dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat, memperluas dan memeratakan kesempatan berusaha dan lapangan kerja, mendorong pembangunan daerah, memperkenalkan dan mendayagunakan obyek dan daya tarik wisata di Indonesia serta memupuk rasa cinta tanah air dan mempererat persahabatan antar bangsa. Perkembangan pariwisata juga mendorong dan mempercepat pertumbuhan ekonomi. Kegiatan pariwisata menciptakan permintaan, baik konsumsi maupun investasi yang pada gilirannya akan menimbulkan kegiatan produksi barang dan jasa. Selama berwisata, wisatawan berbelanja, sehingga secara langsung menimbulkan permintaan pasar barang dan jasa. Selanjutnya wisatawan secara tidak langsung menimbulkan permintaan akan barang modal dan bahan untuk berproduksi memenuhi permintaan wisatawan akan barang dan jasa tersebut. Dalam usaha memenuhi permintaan wisatawan diperlukan investasi di bidang transportasi dan komunikasi, perhotelan dan akomodasi lain, industri kerajinan dan industri produk konsumen, industri jasa, rumah makan restoran dan lain-lain .
Majunya industri pariwisata suatu daerah sangat bergantung kepada jumlah wisatawan yang datang, karena itu harus ditunjang dengan peningkatan pemanfaatan Daerah Tujuan Wisata (DTW) sehingga industri pariwisata akan berkembang dengan baik. Negara Indonesia yang memiliki pemandangan alam yang indah sangat mendukung bagi berkembangnya sektor industri pariwisata di Indonesia. Sebagai negara kepulauan, potensi Indonesia untuk mengembangkan industri pariwisata sangatlah besar.







BAB II
ISI

Indonesia merupakan sebuah Negara dimana didalamnya terdapat 17.508 pulau, sangat banyak dibanding negara kepulauan yang lainnya di belahan dunia lain. Dengan banyaknya kepulauan di dalamnya, Indonesia memiliki berbagai macam suku bangsa dan budaya yang berbeda di setiap pulaunya, bahkan dalam satu pulau pun banyak budaya-budaya yang beraneka ragam dan itu menjadi keunikan tersendiri bagi Indonesia, selain itu Indonesia juga memiliki warisan sejarah yang menakjubkan serta kekayaan alam yang melimpah dari Sabang sampai Merauke. Dengan kesempurnaan tersebut banyak orang yang beranggapan Indonesia itu merupakan lokasi dimana atlantis berada. Jika kita melihat dari segi ekonomi kreatif, kita akan melihat peluang besar terhampar disana, dengan kekayaan tersebut Indonesia bisa mendapatkan banyak pendapatan dari sektor pariwisata, karena dari sektor pariwisata tersebut banyak hal yang berkaitan yang bisa dikembangkan menjadi usaha untuk mendapatkan keuntungan serta menambah lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia, seperti restoran, penginapan, souvenir, transportasi dan masih banyak lagi.

            Sektor kuliner juga berpengaruh penting dalam sektor pariwisata, karena akan menambah keuntungan bagi Indonesia dengan membangun restoran dengan berbagai tingkat dari yang mewah hingga warung angkringan yaitu pendapatan yang meningkat dalam bidang ekonomi kreatif, juga untuk memperkenalkan makanan khas daerah tersebut sehingga dapat mempromosikan Indonesia ke mancanegara. Kemudian, dalam era globalisasi ini akan banyak turis-turis asing yang berdatangan ke Indonesia dan pemerintah harus siap dengan keadaan ini karena jika kita sudah siap maka touris pun akan terkesan akan Indonesia dan pendapatan devisa pun akan meningkat, karena sektor pariwisata merupakan penyumbang devisa terbesar kelima setelah minyak, gas, batubara, dan kelapa sawit. Oleh karena itu pemerintah harus meningkatkan kualitas pariwisata untuk mendongkrak perekonomian negara. Selain itu cindera mata juga memegang peranan penting di sektor ini, seperti yang kita tahu masih banyak orang asing yang belum mengetahui Indonesia, mereka lebih mengetahui pulau Bali ketimbang Indonesia itu sendiri, hal itu disebabkan pemerintah kurang memperhatikan daerah-daerah lain yang  berpotensi untuk dijadikan objek pariwisata, dengan adanya cindera mata di setiap daerah akan membantu bagi turis untuk semakin mengenal Indonesia bukan hanya pulau Bali atau Lombok saja.



BAB III
PENUTUP


     A.    Kesimpulan

     pengoptimalan sektor pariwisata dapat memajukan dan mensejahterakan daerah wisata khusunya sehingga dapat berdampak positif bagi negara. Dengan langkah dan kebijakan pemerintah yang tepat, sektor pariwisata merupakanpenyumbang devisa trbesar kelima setelah minyak, gas, batubara dan kelapa sawit. Trend pertumbuhan pariwisata Indonesia terus meningkat setiap tahunnya.
Sektor pariwisata dapat membuka banyak lapangan kerja sehingga dapat mengurangi tingkat pengangguran yang tentu saja berdampak baik untuk kesejahteraan masyarakat.Sektor ini memberikn kesempatan bagi para pengusaha kecil hingga pengusaha besar karena menyerap dari berbagi usaha, antara lain perhotelan atau penginapan untuk tempat menginap selama berwisata, jasa transportasi, guide, rumah makan atau restoran, ticketing, dll.
Dari semua kegiatan usaha yang dapat dilakukan, daerah dan negara berhak memperoleh retribusi yang masuk kedalam APBD dan APBN. Dari peningkatan jumlah wisatawan yang terus meningkat maka berbanding lurus dengan pendapatan yang diperoleh sehigga pengembangan dan pembangunan berjalan dengan lancar.
Oleh karena itu langkah dan kebijakan pemerintah dengan didukung oleh masyarakat daerah wisata dengan semakin memberikan kenyaman dan kemudahan dapat terus meniingkatkan pengunjung baik dari dalam maupun luar negeri sehingga diharapkan Indonesia dengan kekayaan alamnya dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh warga negaranya untuk negranya.
      Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ibu Mari Elka Pangestu mengungkapkan bahwa dalam upaya untuk meningkatkan keuntungan dalam sektor pariwisata ada tiga hal utama yang harus diperhatikan, yaitu tujuan pariwisata yang telah ada ditingkatkan dalam segala aspeknya, mengembangkan tujuan wisata yang baru dan menarik, serta wisata minat khusus yaitu, MICE (Meeting, Incentives, Convention, Exhibition), wisata belanja, wisata olahraga dan lain-lain. Kemudian ia juga menambahkan akan menambah destinasi wisata berbasis pedesaan ditahun 2014 ini yang ditargetkan berjumlah 822, yang sebelumnya pada tahun 2012 berjumlah 774 desa. Saat ini daya saing  pariwisata Indonesia dari 139 negara berada di urutan 70, meskipun saat ini Negara tetangga seperti Malaysia, Vietnam dan Thailand juga merupakan saingan utama Indonesia dalam sektor pariwisata, sehingga pemerintah harus meningkatkan daya saing nya untuk mengamankan devisa Negara. Berdasarkan data, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara tahun ini akan mencapai 8.637.275 wisman dengan pertumbuhan sebesar 7,37%, dibandingkan tahun 2012 sebanyak 8,04juta wisatawan asing. Tentunya, hal ini merupakan kabar baik bagi dunia pariwisata dan ekonomi kreatif. Artinya, sektor ini berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomiIndonesia. Bicara perkembangan sektor pariwisata, Menparekraf mengumumkan sejumlah data yang mendukung, antara lain : penerimanaan PDB dari pariwisata pada tahun 2013 mencapai Rp347,35 triliun, serta kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap PDB yang mencapai Rp641, 82 triliun. Sementara itu, penyerapan tenaga kerja di sektor ekonomi kreatif tercatat sebanyak 11,87 juta orang (10,72%). Dan di akhir 2017 nanti, ariwisata diklaim menjadi penyumbang devisa terbesar negara. Kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia berbanding lurus dengan peningkatan jumlah devisa.Penghasil devisa terbesar adalah crude palm oil (CPO), pariwisata, minyak dan gas (migas) dan batu bara. Namun, yang tumbuh di antara keempatnya adalah pariwisata, yaitu mencapai 25 persen. Tingginya potensi pertumbuhan pariwisata harus didukung dengan penambahan fasilitas dan kemudahan infrastruktur. Investor berkesempatan untuk mengembangkan sejumlah destinasi wisata yang ditunjuk pemerintah menjadi destinasi prioritas. Jika kita melihat dunia sekarang, semakin jarang tempat wisata bertema alam atau natural, padahal justru itulah yang banyak dicari orang saat ini untuk menyegarkan pikiran mereka sejenak, hal tersebutlah yang membuat Indonesia masih mempunyai peluang besar untuk mengambangkan wisata bertema alam, seperti yang direncanakan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yaitu wisata pedesaan. Kemudian transportasi di Indonesia juga harus ditingkatkan pelayanannya serta jaminan keamanan demi kenyamanan turis lokal maupun asing.  

   B.     Saran
Pemerintah tidak boleh luput dari hal tersebut sehingga menyebabkan kerugian bagi negara, karena tidak adanya perbaikan-perbaikan terhadap destinasi, terutama bagaimana usaha pemerintah untuk mencegah orang-orang yang dapat meresahkan turis, seperti perampokan, kemudian “pak ogah” orang-orang yang memungut bayaran parker yang sebenarnya sudah ada loket untuk membayar parker, dan masih banyak lagi masalah masalah yang perlu dibenahi sehingga para wisatawan merasa aman dan nyaman untuk berwisata di Indonesia.







BAB IV
REFRENSI

    1.      http://www.bimbie.com/statistik-pariwisata-indonesia.htm