Sabtu, 25 November 2017
PARIWISATA INDONESIA TUMBUH PALING PESAT DI ASIA TENGGARA(TULISAN PENGANTAR BISNIS #)

Disusun oleh:
NAMA : ROSIDAH PANJAITAN
KELAS : 1 EB 18
NPM : 25217400
DOSEN : IBU TIWI ANGGRAENI
MATA KULIAH : PENGANTAR
BISNIS#
UNIVERSITAS GUNADARMA
TAHUN AJARAN 2017/2018
BAB I
PENDAHULUAN
Sektor
Pariwisata Indonesia sudah sejak beberapa dekade lalu mempunyai unggulan yang
menjanjikan hanya saja belum menjadi perhatian serius dan utama Pemerintah
Republik Indonesia, hingga pada akhirnya Pemerintahan Presiden Jokowi berniat
menggarap sektor pariwisata lebih serius dan menjadikannya sebagai suatu
industri dan andalan pendapatan negara.Tanpa ditetapkan sebagai industri, sulit
bagi sektor Pariwisata untuk berkembang, mendatangkan devisa untuk negara dan
bersaing dengan negara lain yang mempunyai obyek pariwisata terbatas tetapi
diurus dengan serius, seperti yang dilakukan oleh Malaysia, Singapore, Vietnam
dan lain lain.Keseriusan Pemerintah untuk menjadikan industri Pariwisata
sebagai salah satu sumber utama penerimaan negara di masa depan merupakan niat
yang harus didukung dan diharapkan dipersiapkan secara serius oleh Pemerintah,
bukan hanya sekedar lips service.
Target 20 juta wisatawan manca negara (wisman) hingga tahun 2019 merupakan target yang ditetapkan oleh Pemerintahan Jokowi dan untuk dapat mencapai target tersebut harus dibuat strategi yang handal dari sisi kebijakan, kesiapan infrastruktur dan pengembangan sumber daya manusianya. Tanpa itu semua sulit target tersebut akan tercapai. Pemerintah sudah menetapkan 10 daerah wisata unggulan dengan anggaran yang tidak sedikit (sekitar Rp 20 triliun), baik untuk pengembangan industri pariwisatanya sendiri maupun pembangunan infrastruktur penunjangnya, seperti bandara, pelabuhan laut/sungai/danau, jalan tol dan sebagainya. Namun rencana tinggal rencana kalau penyakit korupsi penyalahgunaan anggaran negara, terutama di daerah, belum berhenti.Untuk melihat tingkat keseriusan Pemerintah, kita bisa menggunakan contoh beberapa lokasi yang saat ini sedang dan akan dikembangkan sebagai 10 destinasi utama wisata atau Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), yaitu : Danau Toba (Sumut), Tanjung Lesung (Banten), Tanjung Kelayang (Bangka Belitung), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Candi Borobudur (Jawa Tengah), Kawasan Bromo-Tengger (Jawa Timut), Mandalika, Labuan Bajo (NTT), Wakatobi (Sulawesi Tenggara) dan Morotai (Maluku Utara).
Malalui penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) No. 3 Tahun 2016 Tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional, Pemerintah melakukan percepatan pembangunan infrastruktur transportasi, listrik dan air bersih guna menunjang pengembangan 10 Kawasan tersebut. Dari 10 Kawasan tersebut, Danau Toba merupakan salah satu potensi besar yang cukup sulit dikembangkan, jika dibandingkan dengan 9 darah lainnya.
Target 20 juta wisatawan manca negara (wisman) hingga tahun 2019 merupakan target yang ditetapkan oleh Pemerintahan Jokowi dan untuk dapat mencapai target tersebut harus dibuat strategi yang handal dari sisi kebijakan, kesiapan infrastruktur dan pengembangan sumber daya manusianya. Tanpa itu semua sulit target tersebut akan tercapai. Pemerintah sudah menetapkan 10 daerah wisata unggulan dengan anggaran yang tidak sedikit (sekitar Rp 20 triliun), baik untuk pengembangan industri pariwisatanya sendiri maupun pembangunan infrastruktur penunjangnya, seperti bandara, pelabuhan laut/sungai/danau, jalan tol dan sebagainya. Namun rencana tinggal rencana kalau penyakit korupsi penyalahgunaan anggaran negara, terutama di daerah, belum berhenti.Untuk melihat tingkat keseriusan Pemerintah, kita bisa menggunakan contoh beberapa lokasi yang saat ini sedang dan akan dikembangkan sebagai 10 destinasi utama wisata atau Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), yaitu : Danau Toba (Sumut), Tanjung Lesung (Banten), Tanjung Kelayang (Bangka Belitung), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Candi Borobudur (Jawa Tengah), Kawasan Bromo-Tengger (Jawa Timut), Mandalika, Labuan Bajo (NTT), Wakatobi (Sulawesi Tenggara) dan Morotai (Maluku Utara).
Malalui penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) No. 3 Tahun 2016 Tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional, Pemerintah melakukan percepatan pembangunan infrastruktur transportasi, listrik dan air bersih guna menunjang pengembangan 10 Kawasan tersebut. Dari 10 Kawasan tersebut, Danau Toba merupakan salah satu potensi besar yang cukup sulit dikembangkan, jika dibandingkan dengan 9 darah lainnya.
BAB II
ISI
Pariwisata
Indonesia benar-benar melejit secara fundamental. Perpaduan antara dedikasi,
komitmen, strategi, dan teori yang diambil Menteri Arief Yahya mulai terasa
detak-nya.Sejak Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dinakhodai Arief, industri
pariwisata Indonesia melesat gila-gilaan. Impact ekonomi di level bisnisnya,
juga makin terasa. Setidaknya, hal itu terlihat dari tren kunjungan wisatawan
mancanegara (wisman) ke Indonesia sepanjang Januari-April 2017.Tren kunjungan
wisman ke Indonesia lebih tinggi dibandingkan tiga negara besar di Asia
Tenggara. Yakni, Singapura, Malaysia, dan Thailand. Melansir laman Business
Times pada 24 Juni, kunjungan wisman ke Singapura dalam empat bulan pertama
2017 mencapai 5,79 juta. Jumlah itu hanya meningkat 4,4 persen secara year
on year (yoy) dibandingkan periode yang sama 2016 lalu.Dari jumlah
itu, sebanyak 1,1 juta merupakan wisman asal Tiongkok. Sementara itu, wisatawan
asal Indonesia yang berkunjung ke Singapura mencapai 968 ribu. Namun, kunjungan
wisman asal Indonesia ke Singapura berpeluang menurun. “Penguatan dolar
Singapura diperkirakan bertahan tahun ini. Hal itu akan menghalangi warga
Indonesia untuk liburan ke Singapura,” yang disampaikan oleh Direktur Riset
Cushman & Wakefield, Christine Li.
Kenaikan
yang hanya 4,4 persen itu membuat industri perhotelan di Singapura anjlok dua
persen pada empat bulan pertama 2017.Total revenue hanya mencapai SGD 1,06
miliar. Average room rates (ARR) juga turun 2,3 persen.Sementara itu, tren
kunjungan wisman ke Malaysia malah lebih parah. Menukil laman Xinhua pada 8
Juni, kunjungan wisman ke Negeri Jiran, julukan Malaysia turun 0,5 persen
secara year on year (yoy).Penurunan terbesar berasal dari wisman asal Amerika
Serikat (AS). Melansir laman Bernama pada 19 Juni, kunjungan turis asal AS
sepanjang Januari-April 2017 hanya sejumlah 52.237.Artinya, ada penurunan
sebesar 12,9 persen. Turis AS menempati posisi ke-14 dari 15 total wisman yang
mengunjungi Malaysia. Namun, kunjungan wisman asal Tiongkok mencapai 551 ribu
alias naik 7,5 persen.Jumlah itu menjadikan turis asal Tiongkok menduduki
peringkat ketiga dari total wisman yang berkunjung ke Negeri Jiran. Sementara
itu, tren kunjungan wisman ke Thailand yang selama ini dianggap musuh
profesional oleh Arief Yahya juga tak terlalu menggembirakan.
Berdasarkan data
Kementerian Pariwisata dan Olahraga Thailand sebagaimana dilansir TTR Weekly
akhir Mei lalu, kunjungan wisman ke Negeri Gajah Putih pada empat bulan pertama
2017 mencapai 12,02 juta. Angka itu hanya naik 2,91 persen dibandingkan periode
yang sama 2016 lalu. Saat itu, sebanyak 11,68 juta wisman pelesiran ke
Thailand.Kunjungan turis asing dari beberapa negara ke Thailand juga anjlok
cukup tajam. Penurunan terbesar terjadi dari wisman Tiongkok yang anjlok 7,5
persen. Sedangkan peningkatan tertinggi berasal dari wisman Rusia. Sebanyak
595.618 turis Rusia berkunjung ke Thailand sejak Januari hingga April.Jumlah
itu meningkat 34,35 persen dibandingkan periode yang sama 2016 lalu sejumlah
443.346. Sementara itu, wisman India yang selama ini menjadi pasar nan gemuk
hanya naik dari 94.012 menjadi 107.451. Artinya, kenaikan hanya sebesar 14,29
persen.Melihat tren kunjungan wisman ke tiga negara besar itu, Indonesia boleh
menepuk dada. Sebab, tren kunjungan wisman ke Indonesia berhasil melampaui
tiga negara besar tersebut. Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS),
sebanyak 4,20 juta wisman mengunjungi Indonesia sepanjang Januari-April
2017.Artinya, ada peningkatan sebesar 19,34 persen dibandingkan periode yang
sama 2016 lalu. Saat itu, jumlah kunjungan wisman mencapai 3,52
juta. Khusus kunjungan wisman pada April 2017 juga mengalami lonjakan
signifikan. Jumlah wisman yang ke Indonesia pada April 2017 lalu mencapai 1,14
juta.Angka itu melesat 26,75 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ketika
itu, sebanyak 901.09 wisman berlibur ke Indonesia.
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
pengoptimalan sektor pariwisata dapat
memajukan dan mensejahterakan daerah wisata khusunya sehingga dapat berdampak
positif bagi negara. Dengan langkah dan kebijakan pemerintah yang tepat, sektor
pariwisata merupakanpenyumbang devisa trbesar kelima setelah minyak, gas, batubara dan kelapa sawit. Trend pertumbuhan
pariwisata Indonesia terus meningkat setiap tahunnya.
Sektor pariwisata dapat membuka banyak lapangan kerja
sehingga dapat mengurangi tingkat pengangguran yang tentu saja berdampak baik
untuk kesejahteraan masyarakat.Sektor ini memberikn kesempatan bagi para
pengusaha kecil hingga pengusaha besar karena menyerap dari berbagi usaha,
antara lain perhotelan atau penginapan untuk tempat menginap selama berwisata,
jasa transportasi, guide, rumah makan atau restoran, ticketing, dll.
Tren kunjungan wisman
ke Indonesia lebih tinggi dibandingkan tiga negara besar di Asia Tenggara.
Yakni, Singapura, Malaysia, dan Thailand. Melansir laman Business Times pada 24
Juni, kunjungan wisman ke Singapura dalam empat bulan pertama 2017 mencapai
5,79 juta. Jumlah itu hanya meningkat 4,4 persen secara year on year (yoy)
dibandingkan periode yang sama 2016 lalu. Kenaikan yang hanya 4,4 persen itu
membuat industri perhotelan di Singapura anjlok dua persen pada empat bulan
pertama 2017. Artinya, ada peningkatan sebesar 19,34 persen dibandingkan
periode yang sama 2016 lalu. Saat itu, jumlah kunjungan wisman mencapai 3,52
juta. Khusus kunjungan wisman pada April 2017 juga mengalami lonjakan
signifikan. Jumlah wisman yang ke Indonesia pada April 2017 lalu mencapai 1,14
juta.
B.
Saran
Pemerintah harus memperhatikan setiap
perkembangan pariwisata, agar tidak menyebabkan kerugian bagi negara. Pemerintah juga harus memerhatikan perbaikan-perbaikan terhadap destinasi,
terutama bagaimana usaha pemerintah untuk mencegah orang-orang yang dapat
meresahkan turis, seperti perampokan, kemudian “pak ogah” orang-orang yang
memungut bayaran parker yang sebenarnya sudah ada loket untuk membayar parker,
dan masih banyak lagi masalah masalah yang perlu dibenahi sehingga para
wisatawan merasa aman dan nyaman untuk berwisata di Indonesia.
BAB IV
REFRENSI
http://lifestyle.liputan6.com/read/3011093/pariwisata-indonesia-tumbuh-paling-pesat-di-asia-tenggara
Pembangunan Infrastruktur sebagai Kunci Pengembangan Pariwisata ( Tulisan Pengantar Bisnis # )

Disusun
oleh :
NAMA : ROSIDAH PANJAITAN
NPM : 25217400
KELAS
: 1 EB
18
PENGANTAR
BISNIS
2017/2018
BAB
I
PENDAHULUAN
Indonesia
selain terkenal akan ragam budaya, kuliner dan segala halnya juga terkenal
dengan pariwisatanya. Banyak tempat yang menarik di Indonesia yang menjadi
pilihan untuk dikunjungi saat hari-hari libur. Tempat-tempat ini pun menarik
perhatian para-para turis asing yang tinggal atau pun hanya sekedar datang ke
Indonesia. Mereka biasa ingin berlibut ke tempat-tempat yang menarik yang
belum pernah ada di negara mereka.
Dengan adanya turis mancanegara yang dateng ke Indonesia membuat devisa negara
bertambah. Pariwisata yang menarik akan membuat orang-orang pun datang
berkunjung. Dengan visa makan Indonesia akan mendapatkaan keuntungan dari turis
tersebut. Maka dari itu pariwisata merupakan salah satu kegiatan yang penting
untung mendapatkan surplus untuk negara.
Peran Pemerintah pun harus di perhatikan. Pariwisata di Indonesia harus lebih
di kembangka lagi dari sisi tempat yang harus lebih di tata lagi. Seperti Bali
tempat yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan asing. Mungkin pantai yang
harus lebih dijaga kebersihannya. Serta fasilitas-fasilitas yang ada perlu di
mantabkan lagi. Serta masalah kemanan di tempat tersebut.
BAB
II
ISI
Bercermin dari prestasi pariwisata Indonesia
di tingkat dunia, yaitu menjadi negara yang hanya menempati peringkat ke 74
dari 139 negara maka ini adalah kenyataan yang cukup pahit bagi Indonesia.
Indonesia memiliki potensi pariwisata yang besar, namun masih kalah oleh
negara-negara tetangga di Asia Tenggara seperti Singapura yang mencapai
peringkat 10 dan Malaysia di peringkat 35. Padahal kedua negara tersebut jauh
lebih kecil dari Indonesia, tentu dengan potensi wisata yang tidak sebanyak di
Indonesia.
Pemerintah Indonesia dewasa ini tengah menggiatkan kembali sektor pariwisata untuk meningkatkan kesejahteraan dan mengharumkan Indonesia di mata internasional. Dikatakan dengan lantang oleh Presiden Jokowi yang menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur sebagai kunci utama untuk mengembangkan pariwisata. Bagi Presiden Jokowi, infrastruktur di situs-situs pariwisata Indonesia akan meningkatkan daya saing Indonesia, yang pada akhirnya bakal menekan biaya ekonomi yang tinggi saat ini.
Lokasi wisata Indonesia sangat banyak, namun
infrastruktur yang tersedia masih dianggap kurang memadai. Bahkan pada banyak
tempat wisata, infrastrukturnya masih tidak mendukung kunjungan wisatawan ke
daerah tersebut. Infrastruktur yang memadai akan membantu pemerintah dan masyarakat
untuk menggali potensi wisata di suatu daerah secara maksimal. Tak
tanggung-tanggung, pemerintah berani menggelontorkan anggaran untuk
infrastruktur dan promosi pariwisata hingga 5,6 triliun rupiah.
cara paling memungkinkan untuk mengembangkan
suatu daerah wisata dengan maksimal selain bergantung pada anggaran dari
pemerintah salah satunya adalah dengan melibatkan pihak swasta dalam kegiatan
investasi. Melalui kegiatan investasi pada sektor pendukung industri
pariwisata, diharapkan akan mampu mempercepat pertumbuhan jumlah wisatawan ke
Indonesia.
Menurut Hengky Manurung, Kepala Bidang
Investasi Pariwisata Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri
Pariwisata, investasi pada pembangunan infrastruktur di bidang pariwisata tak bisa
lagi ditunda. Infrastruktur adalah penyokong utama sektor pariwisata di negara
manapun, termasuk di Indonesia. Dengan adanya investasi pada infrastruktur
Indonesia, maka target-target pemerintah di bidang pariwisata bisa dicapai,
salah satunya adalah untuk mendatangkan 20 juta wisatawan asing pada tahun 2020
mendatang, menurut Hengky, keseriusan pemerintah dalam menggenjot investasi
infrastruktur Indonesia di bidang pariwisata terlihat dari pembangunan jalur
kereta api Makassar yang saat ini tengah berjalan.
Meski
demikian masih banyak investasi infrastruktur lain yang masih harus mendapat
perhatian dan penjaminannya. Beberapa contoh diantaranya adalah jalan raya dan
akomodasi pariwisata. Jika diperhatikan, lokasi wisata yang telah memiliki
sistem transportasi dan infrastruktur jalan raya yang baik pada umumnya hanya
terdapat di pulau Jawa dan Bali. Itu pun tidak semua tersedia pada lokasi
wisata, banyak juga yang masih memiliki akses jalan yang buruk dan minim
transportasi. Hal yang sama pun berlaku bagi obyek-obyek wisata di luar pulau
Jawa dan Bali.
Sesungguhnya, semangat pemerintah dalam
menggenjot sektor pariwisata di Indonesia telah mendapat dukungan dari kalangan
pebisnis di Indonesia. Mereka mau berinvestasi asalkan investasi mereka
terjamin dan dilindungi pemerintah. Oleh sebab itu, kini adalah tugas
pemerintah dan masyarakat untuk bahu membahu membuat lokasi-lokasi wisata di
Nusantara menjadi lebih menarik dan disukai wisatawan.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Infrastruktur adalah
penyokong utama sektor pariwisata di negara manapun, termasuk di
Indonesia. Dengan adanya investasi pada
infrastruktur Indonesia, maka target-target pemerintah di bidang pariwisata
bisa dicapai, salah satunya adalah untuk mendatangkan 20 juta wisatawan asing
pada tahun 2020 mendatang.
Banyaknya destinasi
pariwisata yang ada di Indonesia membuat banyak sekali turis asing datang untuk
menikmati keindahan serta budaya Indonesia. Selain turis asing, turis domestik
juga banyak yang melakukan liburan dengan pergi ke tempat wisata yang ada di
Indonesia. Sekarang ini yang sedang diminati banyak wisatawan untuk pergi
berwisata adalah menikmati keindahan alam yang ada di Indonesia. Banyak sekali
destinasi tempat wisata yang ada di Indonesia mulai dari wisata alam seperti
laut, gunung, danau, sungai, green canyon, padang rumput, curug atau air terjun
serta masih banyak lagi wisata alam yang menjadi pilihan para wisatawan baik
asing maupun domestik untuk berlibur menikmati indahnya alam Indonesia.
B. Saran
Pemerintah harus lebih focus
terhadap pembangunan infrastruktur di beberapa tempat,
khususnya yang berhubungan dengan pariwisata.
Karena infrastruktur sangat berpengaruh terhadap inflasi pariwisata. Sehingga wisatawan
dapat menikmati keindahan alam dengan baik, tanpa mencemaskan transportasi ke
wisata tersebut.
BAB
IV
REFRENSI
1. BKPM
PENCURIAN IKAN DI INDONESIA (TULISAN PENGANTAR BISNIS # )
PENCURIAN
IKAN DI INDONESIA
Disusun
oleh :
NAMA : ROSIDAH PANJAITAN
NPM : 25217400
KELAS
: 1 EB
18
PENGANTAR
BISNIS
2017/2018
BAB
I
PENDAHULUAN
Indonesia adalah Negara yang disebut dengan
Negara maritime yang berarti 2/3 wilayahnya merupakan lautan. Dalam UUD 1945
pasal 33 ayat (3) disebutkan, bahwa bumi dan air dan kekayaan alam yang
terkandung di dalamnya dikuasi oleh Negara dan dipergunakan untuk kemakmuran
rakyat. Meskipun begitu tidak dapat dipungkiri juga bahwa kekayaan alam
khususnya laut di di Indonesia masih banyak yang dikuasai oleh pihak asing, dan
tidak sedikit yang sifatnya illegal dan mementingkan dirinya sendiri.
Dari sisi pertahanan, penguasaan laut berati
mampu menjamin penggunaan laut untuk kepentingan Nasional dan mencegah lawan
untuk menggunakan potensi laut yang kita miliki. Pemerintah perlu segera
menyelesaikan percepatan batas wilayah laut agar dapat meberikan kepastian atas
batas wilayah Negara dan dapat mempererat hubungan bilateral antara Negara yang
berbatasan, serta mendorong kerja sama kedua Negara yang berbatasan diberbagai
bidang termasuk dalam pengolahan kawasan perbatasan, misal terkait pelayaran,
kelautan, dan perikanan.
BAB
II
ISI
Pemerintah
Indonesia segera merealisasikan berbagai kebijakan dalam memerangi praktek
pencurian ikan yang belakangan ini telah diwancanakan. Menurut kementrian Perikanan
dan Kelautan, modus operandi yang umumnya dilakukan adalah penangkapan ikan
tanpa izin, menggunakan izin palsu, serta menggunakan alat tangkap yang
dilarang. Pelaku juga diketahui melakukan penangkapan di wilayah yang tidak
sesuai izin, serta tidak melaporkan hasil tangkapan yang sesungguhnya atau
pemalsuan data hasil tangkapan
Sebanyak
18 titik di wilayan perarian Indonesia rentan terjadinya aksi pencurian ikan,
sehingga dapat mengganggu ketersediaan sumber pangan perikanan dalam negri. Kesatuan
Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) mencatat tidak sedikit kapal – kapal asing
yang memasuki perairan Indonesia melakukan pencurian. “praktek ini jelas
merugikan Negara dalam menjaga kelestarian ekosistem laut dan keberlanjutan
sumber daya pangan perikanan.” Ujar ketua Dewan Pembina KNTI, Riza Damanik,
Padang. Pemerintah harus memperhatikan kasus pencurian ikan yang selama ini
terjadi, karena laut Indonesia itu seperti rumah orang kaya yang ditinggalkan
penghuninya sehingga dapat dicuri isinya oleh siapapun. Pemerintah harus
mencegah dan menghentikan pencurian ikan dengan strategis kesejahteraan, yakni
menggeser 1.000 armada perikanan rakyat dengan bobot di Zona Ekonomi Eksklusif
Indonesia (ZEEI) dan laut lepas.
Nelayan asing makin berani menjarah ikan di kawasan laut dalam atau
wilayan berdaulat Republik Indonesia. Sebanyak 18 nelayan Vietnam yang
tertangkap menjarah ikan di kepulauan Riau pekan lalu, menggunakan alat selam
untuk mencari ikan karang yang mahal. Tanpa takut mereka mencari ikan di
wilayah territorial Indonesia. Vietnam dikenal sebagai salah stau Negara yang
pengekspor ikan ke banyak Negara. Padahal, stok ikan di perairan mereka semakin
menipis akibat over fishing. Akibatnya, banyak nelayan Vietnam yang menjarah
ikan di perairan Indonesia untuk memenuhi permintaan pasar dunia.
Kesabaran
pemerintah Indonesia agaknya sudah habis sehubungan dengan kian maraknya kasus
pencurian ikan oleh kapal nelayan asing di perairan laut Indonesia. Setiap
tahun Indonesia menderita kerugian sekitar Rp 300 triliun akibat kasus
pencurian oleh kapal asing. Jumlah itu sangat jauh dari pendapatan Negara yang
masuk dari sector kelautan yang hanya Rp300 miliar pertahun. Hitungan kerugian
Negara akibat ‘illegal fishing’ yang mencapai RP300 triliun itu agaknya bukan
sekedar isapan jempol belaka , sebab menurut laporan tidak kurang dari 5.400
kapal asing beroprasi mencuri ikan di perairan laut Indonesia. Karena itu
sangat beralasan presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan agar Tentara Nasional
Indonesia dan Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti untuk langsung menenggelamkan
kapal – kapal yang tertangkap melakukan pencurian ikan di laut Indonesia.
Selanjutnya tindakan tegas itu memang harus dilakukan untuk menimbulkan efek
jera bagi warga Negara asing yang mencuri ikan di perairan Indonesia.
Perjuangan untuk menyelamatkan kekayaan Negara itu perlu didukung semua pihak.
Instruksi
presiden Jokowi untuk menindak tegas nelayan asing yang terbukti mencuri ikan
di perairan laut Indonesia itu langsung ditindaklanjuti oleh Menteri kelautan
dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan TNI Angkatan Laut. Seperti diterbitkan
sejumlah media pekan ini, Menteri Susi bersama instansi terkait menangkap 3
kapal asing yang mencuri ikan di perairan laut Kabupaten Berau, Provinsi
Kalimantan Timur. Tercatat 132 kapal asing jenis perahu/sampan berhasil
diamankan. Susi menyebutkan kelompok ini sebagai manusia perahu. Jumlahnya
mencapai 400 orang dan berasal dari Malaysia dan Filipina. Mereka adalah
manusia perahu, ada yang banyak dari Samporna (Malaysia) dan dari Gunggau
Filipina.
Masuknya
kelompok asing ini ke Indonesia, menurut Susi sudah melanggar ketentuan
territorial karena tidak memiliki izin resmi. Apalagi setelah melakukan
aktivitas seperti penangkapan ikan dan perusakan lingkungan. Ia mengatakan
menurut UU kedaulatan Negara, itu sudah melanggar territorial. Jadi itu saja
sudah jelas salah. Ia juga mencurigai penangkapan ikan ini menggunakan bom dan
potas. Meski belum mendapatkan bukti bahan kimia saat penangkapan kapal, namun
investigasi akan terus dilanjtkan.
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Sebanyak
18 titik di wilayan perarian Indonesia rentan terjadinya aksi pencurian ikan,
sehingga dapat mengganggu ketersediaan sumber pangan perikanan dalam negri. Pemerintah
harus mencegah dan menghentikan pencurian ikan dengan strategis kesejahteraan,
yakni menggeser 1.000 armada perikanan rakyat dengan bobot di Zona Ekonomi
Eksklusif Indonesia (ZEEI) dan laut lepas.
Menteri
Susi bersama instansi terkait menangkap 3 kapal asing yang mencuri ikan di
perairan laut Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Tercatat 132 kapal
asing jenis perahu/sampan berhasil diamankan. Susi menyebutkan kelompok ini
sebagai manusia perahu. Jumlahnya mencapai 400 orang dan berasal dari Malaysia
dan Filipina. Mereka adalah manusia perahu, ada yang banyak dari Samporna
(Malaysia) dan dari Gunggau Filipina.
B.
Saran
Sebaiknya pemerintah harus lebih serius dan
ketat lagi dalam mengawasi atau menjaga
keamanan laut di indonesia, agar tidak ada lagi pencurian ikan, yang
mengakibatkan indonesia mengalami kerugian yang besar. Dan harus ada dukungan
,kordinasi atau kerjasama satu sama lain untuk menjaga keamanan laut di
indonesia.
BAB
IV
DAFTAR
PUSTAKA
PENYEBAB TUTUPNYA PERUSAHAAN VANS ( TULISAN PENGANTAR BISNIS # )
PENYEBAB
TUTUPNYA PERUSAHAAN VANS
Disusun
oleh :
NAMA : ROSIDAH PANJAITAN
NPM : 25217400
KELAS
: 1 EB
18
PENGANTAR
BISNIS
2017/2018
BAB
I
PENDAHULUAN
Penerimaan
pendapatan yang tidak merata di berbagai wilayah di Indonesia merupakan suatu
hal yang harus diperbaiki oleh pemerintah.Hal ini terlihat dari masih banyaknya
kesenjangan social yang ada di masyarakat. Harga kebutuhan sandang dan pangan
yang meningkat juga menambah penderitaan masyarakat berpendapatan rendah.
Oleh karena itu, daya beli masyarakat terhadap kebutuhan Primer dan sekunder
juga makin berkurang.
Kebutuhan
sekunder yang akhir-akhir ini menjadi tren di kalangan anak muda sekarang yaitu
sepatu sneakers.Vans merupakan salah satu perusahaan brand sepatu ternama yang
berasal dari Amerika Serikat. Awalnya perusahaan yang berdiri tahun 1966 itu
hanya perusahaan kecil yang didirikan oleh Paul Van Doren bersama tiga
temannya. Kini perusahaan tersebut sudah menjadi perusahaan besar walaupun
sempat mengalami kebangkrutan.
Di Indonesia, khususnya
di Kota Jakarta, sepatu Vans tidak hanya di pakai oleh para skater, tetapi juga
oleh personil band dan sneaker freak (orang yang hobi mengoleksi
sepatu) . Di Indonesia sepatu ini termasuk barang langka, karena tidak memiliki
toko resmi . Namun, ada beberapa toko yang menjual produk Vans, mulai dari
sepatu , pakaian , dan aksesoris dengan harga yang lebih mahal karena harus
memesan di luar negeri.Dari awal kemunculannya sampai sekarang, Vans tidak
pernah ketinggalan tren, walaupun modelnya selalu klasik,Vans tetap menjadi
barang yang selalu di buru .
Distributor Vans di
Indonesia saat ini sedang mengalami krisis internal. Banyaknya hutang
menyebabkan distributor Vans harus gulung tikar. Hal ini didasari oleh
manajeman pemasaran dan pemasaran stratejik yang dikelola kurang baik oleh
pihak distributor.
BAB II
ISI
Kasus Vans memang masih kurang
familiar bagi beberapa orang Indonesia yang khususnya tidak bisa menggunakan teknologi.
Hal ini dikarenakan, kasus vans tidak disiarkan langsung di program berita baik
televisi swasta maupun nasional. Berbeda dengan kasus Nike yang sudah bukan
rahasia umum lagi. Namun, bagi orang-orang yang suka berselancar di dunia maya,
kasus Vans sudah seperti jamur yang sudah merajaela kemana-mana. Bahkan social
media diramaikan dengan hastag #savevansindonesia.
Penyebab tutupnya vans di Indonesia
adalah hadirnya kabar bahwa PT Gagan indonesia yang menjadi distributor
dinyatakan pailit alias bangkrut. PT Gagan Indonesia, distributor produk fesyen
multinasional menerima status pailit atau bangkrut dariPengadilan Niaga
JakartaPusat lantaran menemui kesepakatan antara pihaknya dengan kreditur
mengenai Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).
Gagan yang merupakan distributor berbagai merek fesyen seperti
Adidas.Bebe,Promod,Ted Baker dan Quiksilver termasuk vans ini isebut memiliki
hutang kepada sekitar 50 kerditur sebanyak Rp 281,41 miliar. Di kutip
dari kontan.co.id, Gagan Indonesia akan membayar hutang-hutangnya
tersebut dengan mengklasifikasikan kreditur menjadi dua, yakni kreditur yang
memiliki tagihan hingga Rp 100 miliar dan kreditur dengan tagihan di atas Rp
100 miliar.Untuk kreditur yang memiliki tagihan hingga Rp 100 miliar akan
dilunasi selama 20 tahun dengan dua graceperiod.Sementara, kreditur dengan
tagihan di atas Rp 100 miliar akan dibayar selama 30 tahun dengan tiga
graceperiod.
Adapun
pihak yangmenjadi kreditur Gagan Indonesia antara lain RSH Holdings sebesar Rp
201,34 miliar, PT Adidas Indonesia Rp 13,31 miliar, PT Quiksilver Indonesia Rp
7,05 miliar, dan Bank Standrad Chatered Indonesia sekitar Rp 28 miliar.Menurut
para kreditur, tawaran tersebut cukup lama dan tidak realistis. Gagan dinilai
enggan mencari investor baru untuk melanjutkan usaha dan hanya mengandalkanaset
perusahaan.Padahal, total aset perusahaan diketahui hanya senilai Rp 80,3
miliar, dengan rincian Rp 51,21 miliar berupa barang inventori dan Rp 3,17
miliar berupa piutang.
Kabar
Vans pailitnya PT Gagan Indonesia sebagai distributor membuat merek-merek yang
menjadi mitranya dikabarkan akan menutup gerainya di Indonesia. Salah satunya
adalah Vans.Beberapa gerai Vans di Jakarta, seperti di Pondok Indah Mall 2,
Plaza Senayan, Mall Kelapa Gading, dan Grand Indonesia telah resmi ditutup.
PantauanMarketeers.com, gerai Vans di Kota Kasablanka juga sudah tutup.Sampai
saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak Vans, apakah akan mencari mitra
bisnis ritel baru atau memilih untuk tidak memiliki gerai offlinedi
Indonesia.Sampai berita ini diturunkan, akun resmi media sosial
Twitter @VansOfficialID dan Instagram @Vans.Indo sejak 9
Mei 2017 tidak memberikan kabar terbaru kepada para pengikutnya. Hal tersebut
semakin memperkuat dugaan para Vans Head(sebutan para penggemar Vans) bahwa
mereksneakerstersebut akan mengakhiri bisnisnya di tanah air.
Publik
yang bertanya-tanya dan menyayangkan kabar tersebut menunjukkan bahwa Vans
memiliki advokasi merek yang kuat khususnya bagi konsumen muda. Meskihadir
sejak tahun 1966, Vans sampai saat ini masih dapat menjadi merek sepatu yang
relevan dengan kaum millennials.Merek ini lahir pada Maret 1966 oleh tangan
sang pendiri Paul Van Doren yang membangun perusahaan sepatu bernama Van Doren
Rubber Co. Sejak awal berdiri, Vans diposisikan sebagai merek sepatu dan
pakaian untuk paraskater, snowboarder, pesepeda BMX, maupun peselancar.Vans
mengalami masa kejayaan pada dasawarsa tahun 70an hingga awal 80an lantaran
penjualannya yang melesat.
Namun
memasuki tahun 1983, Vans terbelit masalahinternal yang membuat mereka tidak
mampu mengatasi utang. Perusahaan saat itu terpaksa berganti status menjadi
“Perusahaan Bangkrut”.Akan tetapi, lima tahun kemudian atau pada tahun 1988,
Vans keluar dari belenggu utang dan melelang sahamnya kepada perusahaan
investment banking. Semenjak itu, Vans kembali berjaya sebagai merek fesyen
dunia.Kini, publik tengah menunggu apakah Vans benar-benar akan tutup di
Indonesia. Jika itu benar terjadi, hengkangnya Vans bukan menjadi kejadian
perdana di tanah air. Sebelumnya, merek sepatu MacBeth juga menutup seluruh
tokonya di Indonesia setelah pemilik tunggalnya menjual seluruh saham.Di sisi
lain, adabrand yang memilih untuk menarik penjualan produknya dari distributor
yang pailit. Seperti yang dilakukan merek Quiksilver yang membentuk perusahaan
PT Quiksilver Indonesia, dan memutus hubungan kerja sama dengan PT Gagan
Indonesia.
BAB IV
PENUTUP
A. KESIMPULAN
kasus
Vans terjadi karena kurangnya promosi dari pihak distributor kepada konsumen
baik melalui media cetak maupun media digital. Terkait karena tidak adanya
promosi, konsumen pun tidak tahu apa saja sepatu model terbaru yang dikeluarkan
oleh Vans. Sehingga mereka pun tidak tertarik untuk membeli.Maraknya
barang-barang tiruan atau kw yang menyerupai sepatu merek Vans
dengan harga yang lebih murah dari aslinya.Berkembangnya
shopping online di Indonesia berdampak pada hasil penjualan PT Gagan selaku
pihak distributor.
B. SARAN
Sebaiknya vans melakukan promosi. Agar
konsumen dapat mengetahui apa saja yang di produksi oleh vans dan model seperti
apa saja yang di keluarkan oleh perusahaan tersebut. agar tidak ada barang yang
tiruan yang diproduksi perusahaan lain seperti vans.
BAB IV
REFRENSI
2. http://m.tribunnews.com/lifestyle/2017/06/03/maaf-semua-toko-vans
pengaruh sektor pariwisata yang mempengaruhi tingkat pendapatan negara dengan melihat semakin tingginya tingkat wisatawan( Tulisan Pengantar Bisnis # )
pengaruh
sektor pariwisata yang mempengaruhi tingkat pendapatan negara dengan melihat
semakin tingginya tingkat wisatawan
NAMA : ROSIDAH PANJAITAN
NPM : 25217400
KELAS
: 1 EB
18
PENGANTAR
BISNIS
2017/2018
BAB
I
PENDAHULUAN
Sektor
pariwisata merupakan sektor yang potensial untuk dikembangkan sebagai salah
satu sumber pendapatan daerah. Usaha memperbesar pendapatan asli daerah, maka
program pengembangan dan pemanfaatan sumber daya dan potensi pariwisata daerah
diharapkan dapat memberikan sumbangan bagi pembangunan ekonomi. Pariwisata
dipandang sebagai kegiatan yang mempunyai multidimensi dari rangkaian suatu
proses pembangunan. Penyelenggaraan Kepariwisataan ditujukan untuk meningkatkan
pendapatan nasional dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran
rakyat, memperluas dan memeratakan kesempatan berusaha dan lapangan kerja,
mendorong pembangunan daerah, memperkenalkan dan mendayagunakan obyek dan daya
tarik wisata di Indonesia serta memupuk rasa cinta tanah air dan mempererat
persahabatan antar bangsa. Perkembangan pariwisata juga mendorong dan
mempercepat pertumbuhan ekonomi. Kegiatan pariwisata menciptakan permintaan,
baik konsumsi maupun investasi yang pada gilirannya akan menimbulkan kegiatan
produksi barang dan jasa. Selama berwisata, wisatawan berbelanja, sehingga
secara langsung menimbulkan permintaan pasar barang dan jasa. Selanjutnya
wisatawan secara tidak langsung menimbulkan permintaan akan barang modal dan
bahan untuk berproduksi memenuhi permintaan wisatawan akan barang dan jasa
tersebut. Dalam usaha memenuhi permintaan wisatawan diperlukan investasi di
bidang transportasi dan komunikasi, perhotelan dan akomodasi lain, industri
kerajinan dan industri produk konsumen, industri jasa, rumah makan restoran dan
lain-lain .
Majunya
industri pariwisata suatu daerah sangat bergantung kepada jumlah wisatawan yang
datang, karena itu harus ditunjang dengan peningkatan pemanfaatan Daerah Tujuan
Wisata (DTW) sehingga industri pariwisata akan berkembang dengan baik. Negara
Indonesia yang memiliki pemandangan alam yang indah sangat mendukung bagi
berkembangnya sektor industri pariwisata di Indonesia. Sebagai negara
kepulauan, potensi Indonesia untuk mengembangkan industri pariwisata sangatlah
besar.
BAB
II
ISI
Indonesia
merupakan sebuah Negara dimana didalamnya terdapat 17.508 pulau, sangat banyak
dibanding negara kepulauan yang lainnya di belahan dunia lain. Dengan banyaknya
kepulauan di dalamnya, Indonesia memiliki berbagai macam suku bangsa dan budaya
yang berbeda di setiap pulaunya, bahkan dalam satu pulau pun banyak
budaya-budaya yang beraneka ragam dan itu menjadi keunikan tersendiri bagi
Indonesia, selain itu Indonesia juga memiliki warisan sejarah yang menakjubkan
serta kekayaan alam yang melimpah dari Sabang sampai Merauke. Dengan
kesempurnaan tersebut banyak orang yang beranggapan Indonesia itu merupakan
lokasi dimana atlantis berada. Jika kita melihat dari segi ekonomi kreatif,
kita akan melihat peluang besar terhampar disana, dengan kekayaan tersebut Indonesia
bisa mendapatkan banyak pendapatan dari sektor pariwisata, karena dari sektor
pariwisata tersebut banyak hal yang berkaitan yang bisa dikembangkan menjadi
usaha untuk mendapatkan keuntungan serta menambah lapangan pekerjaan bagi
masyarakat Indonesia, seperti restoran, penginapan, souvenir, transportasi dan
masih banyak lagi.
Sektor kuliner juga berpengaruh penting dalam sektor pariwisata, karena akan
menambah keuntungan bagi Indonesia dengan membangun restoran dengan berbagai
tingkat dari yang mewah hingga warung angkringan yaitu pendapatan yang
meningkat dalam bidang ekonomi kreatif, juga untuk memperkenalkan makanan khas
daerah tersebut sehingga dapat mempromosikan Indonesia ke mancanegara.
Kemudian, dalam era globalisasi ini akan banyak turis-turis asing yang
berdatangan ke Indonesia dan pemerintah harus siap dengan keadaan ini karena
jika kita sudah siap maka touris pun akan terkesan akan Indonesia dan
pendapatan devisa pun akan meningkat, karena sektor pariwisata merupakan
penyumbang devisa terbesar kelima setelah minyak, gas, batubara, dan kelapa
sawit. Oleh karena itu pemerintah harus meningkatkan kualitas pariwisata untuk
mendongkrak perekonomian negara. Selain itu cindera mata juga memegang peranan
penting di sektor ini, seperti yang kita tahu masih banyak orang asing yang
belum mengetahui Indonesia, mereka lebih mengetahui pulau Bali ketimbang
Indonesia itu sendiri, hal itu disebabkan pemerintah kurang memperhatikan
daerah-daerah lain yang berpotensi untuk dijadikan objek pariwisata,
dengan adanya cindera mata di setiap daerah akan membantu bagi turis untuk
semakin mengenal Indonesia bukan hanya pulau Bali atau Lombok saja.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
pengoptimalan sektor pariwisata dapat memajukan dan
mensejahterakan daerah wisata khusunya sehingga dapat berdampak positif bagi
negara. Dengan langkah dan kebijakan pemerintah yang tepat, sektor pariwisata
merupakanpenyumbang devisa trbesar kelima setelah minyak, gas, batubara dan kelapa sawit. Trend pertumbuhan pariwisata Indonesia
terus meningkat setiap tahunnya.
Sektor
pariwisata dapat membuka banyak lapangan kerja sehingga dapat mengurangi
tingkat pengangguran yang tentu saja berdampak baik untuk kesejahteraan
masyarakat.Sektor ini memberikn kesempatan bagi para pengusaha kecil hingga
pengusaha besar karena menyerap dari berbagi usaha, antara lain perhotelan atau
penginapan untuk tempat menginap selama berwisata, jasa transportasi, guide,
rumah makan atau restoran, ticketing, dll.
Dari semua
kegiatan usaha yang dapat dilakukan, daerah dan negara berhak memperoleh
retribusi yang masuk kedalam APBD dan APBN. Dari peningkatan jumlah wisatawan
yang terus meningkat maka berbanding lurus dengan pendapatan yang diperoleh
sehigga pengembangan dan pembangunan berjalan dengan lancar.
Oleh
karena itu langkah dan kebijakan pemerintah dengan didukung oleh masyarakat
daerah wisata dengan semakin memberikan kenyaman dan kemudahan dapat terus
meniingkatkan pengunjung baik dari dalam maupun luar negeri sehingga diharapkan
Indonesia dengan kekayaan alamnya dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh warga
negaranya untuk negranya.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ibu
Mari Elka Pangestu mengungkapkan bahwa dalam upaya untuk meningkatkan
keuntungan dalam sektor pariwisata ada tiga hal utama yang harus diperhatikan,
yaitu tujuan pariwisata yang telah ada ditingkatkan dalam segala aspeknya,
mengembangkan tujuan wisata yang baru dan menarik, serta wisata minat khusus
yaitu, MICE (Meeting, Incentives, Convention, Exhibition), wisata belanja,
wisata olahraga dan lain-lain. Kemudian ia juga menambahkan akan menambah
destinasi wisata berbasis pedesaan ditahun 2014 ini yang ditargetkan berjumlah
822, yang sebelumnya pada tahun 2012 berjumlah 774 desa. Saat ini daya
saing pariwisata Indonesia dari 139 negara berada di urutan 70, meskipun
saat ini Negara tetangga seperti Malaysia, Vietnam dan Thailand juga merupakan
saingan utama Indonesia dalam sektor pariwisata, sehingga pemerintah harus
meningkatkan daya saing nya untuk mengamankan devisa Negara. Berdasarkan data, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara tahun ini akan
mencapai 8.637.275 wisman dengan pertumbuhan sebesar 7,37%, dibandingkan tahun
2012 sebanyak 8,04juta wisatawan asing. Tentunya,
hal ini merupakan kabar baik bagi dunia pariwisata dan ekonomi kreatif.
Artinya, sektor ini berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomiIndonesia. Bicara perkembangan sektor pariwisata, Menparekraf mengumumkan sejumlah
data yang mendukung, antara lain : penerimanaan PDB dari pariwisata pada tahun
2013 mencapai Rp347,35 triliun, serta kontribusi sektor ekonomi kreatif
terhadap PDB yang mencapai Rp641, 82 triliun. Sementara itu, penyerapan tenaga
kerja di sektor ekonomi kreatif tercatat sebanyak 11,87 juta orang (10,72%). Dan di akhir 2017 nanti,
ariwisata diklaim menjadi penyumbang devisa terbesar negara. Kedatangan
wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia berbanding lurus dengan peningkatan
jumlah devisa.Penghasil devisa terbesar adalah crude palm oil (CPO),
pariwisata, minyak dan gas (migas) dan batu bara. Namun, yang tumbuh di antara keempatnya
adalah pariwisata, yaitu mencapai 25 persen. Tingginya potensi pertumbuhan
pariwisata harus didukung dengan penambahan fasilitas dan kemudahan
infrastruktur. Investor berkesempatan untuk mengembangkan sejumlah destinasi
wisata yang ditunjuk pemerintah menjadi destinasi prioritas. Jika kita melihat dunia sekarang, semakin jarang tempat wisata bertema alam
atau natural, padahal justru itulah yang banyak dicari orang saat ini untuk
menyegarkan pikiran mereka sejenak, hal tersebutlah yang membuat Indonesia
masih mempunyai peluang besar untuk mengambangkan wisata bertema alam, seperti
yang direncanakan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yaitu wisata
pedesaan. Kemudian transportasi di Indonesia juga harus ditingkatkan pelayanannya
serta jaminan keamanan demi kenyamanan turis lokal maupun asing.
B. Saran
Pemerintah tidak boleh luput dari hal tersebut sehingga menyebabkan kerugian
bagi negara, karena tidak adanya perbaikan-perbaikan terhadap destinasi,
terutama bagaimana usaha pemerintah untuk mencegah orang-orang yang dapat
meresahkan turis, seperti perampokan, kemudian “pak ogah” orang-orang yang
memungut bayaran parker yang sebenarnya sudah ada loket untuk membayar parker,
dan masih banyak lagi masalah masalah yang perlu dibenahi sehingga para
wisatawan merasa aman dan nyaman untuk berwisata di Indonesia.
BAB
IV
REFRENSI
1. http://www.bimbie.com/statistik-pariwisata-indonesia.htm
Langganan:
Komentar (Atom)