Sabtu, 25 November 2017

pengaruh sektor pariwisata yang mempengaruhi tingkat pendapatan negara dengan melihat semakin tingginya tingkat wisatawan( Tulisan Pengantar Bisnis # )


pengaruh sektor pariwisata yang mempengaruhi tingkat pendapatan negara dengan melihat semakin tingginya tingkat wisatawan

 Hasil gambar untuk logo gundar

Disusun oleh :

NAMA    :   ROSIDAH PANJAITAN
NPM        :   25217400
KELAS    :   1 EB 18

PENGANTAR BISNIS
2017/2018






BAB I
PENDAHULUAN

Sektor pariwisata merupakan sektor yang potensial untuk dikembangkan sebagai salah satu sumber pendapatan daerah. Usaha memperbesar pendapatan asli daerah, maka program pengembangan dan pemanfaatan sumber daya dan potensi pariwisata daerah diharapkan dapat memberikan sumbangan bagi pembangunan ekonomi. Pariwisata dipandang sebagai kegiatan yang mempunyai multidimensi dari rangkaian suatu proses pembangunan. Penyelenggaraan Kepariwisataan ditujukan untuk meningkatkan pendapatan nasional dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat, memperluas dan memeratakan kesempatan berusaha dan lapangan kerja, mendorong pembangunan daerah, memperkenalkan dan mendayagunakan obyek dan daya tarik wisata di Indonesia serta memupuk rasa cinta tanah air dan mempererat persahabatan antar bangsa. Perkembangan pariwisata juga mendorong dan mempercepat pertumbuhan ekonomi. Kegiatan pariwisata menciptakan permintaan, baik konsumsi maupun investasi yang pada gilirannya akan menimbulkan kegiatan produksi barang dan jasa. Selama berwisata, wisatawan berbelanja, sehingga secara langsung menimbulkan permintaan pasar barang dan jasa. Selanjutnya wisatawan secara tidak langsung menimbulkan permintaan akan barang modal dan bahan untuk berproduksi memenuhi permintaan wisatawan akan barang dan jasa tersebut. Dalam usaha memenuhi permintaan wisatawan diperlukan investasi di bidang transportasi dan komunikasi, perhotelan dan akomodasi lain, industri kerajinan dan industri produk konsumen, industri jasa, rumah makan restoran dan lain-lain .
Majunya industri pariwisata suatu daerah sangat bergantung kepada jumlah wisatawan yang datang, karena itu harus ditunjang dengan peningkatan pemanfaatan Daerah Tujuan Wisata (DTW) sehingga industri pariwisata akan berkembang dengan baik. Negara Indonesia yang memiliki pemandangan alam yang indah sangat mendukung bagi berkembangnya sektor industri pariwisata di Indonesia. Sebagai negara kepulauan, potensi Indonesia untuk mengembangkan industri pariwisata sangatlah besar.







BAB II
ISI

Indonesia merupakan sebuah Negara dimana didalamnya terdapat 17.508 pulau, sangat banyak dibanding negara kepulauan yang lainnya di belahan dunia lain. Dengan banyaknya kepulauan di dalamnya, Indonesia memiliki berbagai macam suku bangsa dan budaya yang berbeda di setiap pulaunya, bahkan dalam satu pulau pun banyak budaya-budaya yang beraneka ragam dan itu menjadi keunikan tersendiri bagi Indonesia, selain itu Indonesia juga memiliki warisan sejarah yang menakjubkan serta kekayaan alam yang melimpah dari Sabang sampai Merauke. Dengan kesempurnaan tersebut banyak orang yang beranggapan Indonesia itu merupakan lokasi dimana atlantis berada. Jika kita melihat dari segi ekonomi kreatif, kita akan melihat peluang besar terhampar disana, dengan kekayaan tersebut Indonesia bisa mendapatkan banyak pendapatan dari sektor pariwisata, karena dari sektor pariwisata tersebut banyak hal yang berkaitan yang bisa dikembangkan menjadi usaha untuk mendapatkan keuntungan serta menambah lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia, seperti restoran, penginapan, souvenir, transportasi dan masih banyak lagi.

            Sektor kuliner juga berpengaruh penting dalam sektor pariwisata, karena akan menambah keuntungan bagi Indonesia dengan membangun restoran dengan berbagai tingkat dari yang mewah hingga warung angkringan yaitu pendapatan yang meningkat dalam bidang ekonomi kreatif, juga untuk memperkenalkan makanan khas daerah tersebut sehingga dapat mempromosikan Indonesia ke mancanegara. Kemudian, dalam era globalisasi ini akan banyak turis-turis asing yang berdatangan ke Indonesia dan pemerintah harus siap dengan keadaan ini karena jika kita sudah siap maka touris pun akan terkesan akan Indonesia dan pendapatan devisa pun akan meningkat, karena sektor pariwisata merupakan penyumbang devisa terbesar kelima setelah minyak, gas, batubara, dan kelapa sawit. Oleh karena itu pemerintah harus meningkatkan kualitas pariwisata untuk mendongkrak perekonomian negara. Selain itu cindera mata juga memegang peranan penting di sektor ini, seperti yang kita tahu masih banyak orang asing yang belum mengetahui Indonesia, mereka lebih mengetahui pulau Bali ketimbang Indonesia itu sendiri, hal itu disebabkan pemerintah kurang memperhatikan daerah-daerah lain yang  berpotensi untuk dijadikan objek pariwisata, dengan adanya cindera mata di setiap daerah akan membantu bagi turis untuk semakin mengenal Indonesia bukan hanya pulau Bali atau Lombok saja.



BAB III
PENUTUP


     A.    Kesimpulan

     pengoptimalan sektor pariwisata dapat memajukan dan mensejahterakan daerah wisata khusunya sehingga dapat berdampak positif bagi negara. Dengan langkah dan kebijakan pemerintah yang tepat, sektor pariwisata merupakanpenyumbang devisa trbesar kelima setelah minyak, gas, batubara dan kelapa sawit. Trend pertumbuhan pariwisata Indonesia terus meningkat setiap tahunnya.
Sektor pariwisata dapat membuka banyak lapangan kerja sehingga dapat mengurangi tingkat pengangguran yang tentu saja berdampak baik untuk kesejahteraan masyarakat.Sektor ini memberikn kesempatan bagi para pengusaha kecil hingga pengusaha besar karena menyerap dari berbagi usaha, antara lain perhotelan atau penginapan untuk tempat menginap selama berwisata, jasa transportasi, guide, rumah makan atau restoran, ticketing, dll.
Dari semua kegiatan usaha yang dapat dilakukan, daerah dan negara berhak memperoleh retribusi yang masuk kedalam APBD dan APBN. Dari peningkatan jumlah wisatawan yang terus meningkat maka berbanding lurus dengan pendapatan yang diperoleh sehigga pengembangan dan pembangunan berjalan dengan lancar.
Oleh karena itu langkah dan kebijakan pemerintah dengan didukung oleh masyarakat daerah wisata dengan semakin memberikan kenyaman dan kemudahan dapat terus meniingkatkan pengunjung baik dari dalam maupun luar negeri sehingga diharapkan Indonesia dengan kekayaan alamnya dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh warga negaranya untuk negranya.
      Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ibu Mari Elka Pangestu mengungkapkan bahwa dalam upaya untuk meningkatkan keuntungan dalam sektor pariwisata ada tiga hal utama yang harus diperhatikan, yaitu tujuan pariwisata yang telah ada ditingkatkan dalam segala aspeknya, mengembangkan tujuan wisata yang baru dan menarik, serta wisata minat khusus yaitu, MICE (Meeting, Incentives, Convention, Exhibition), wisata belanja, wisata olahraga dan lain-lain. Kemudian ia juga menambahkan akan menambah destinasi wisata berbasis pedesaan ditahun 2014 ini yang ditargetkan berjumlah 822, yang sebelumnya pada tahun 2012 berjumlah 774 desa. Saat ini daya saing  pariwisata Indonesia dari 139 negara berada di urutan 70, meskipun saat ini Negara tetangga seperti Malaysia, Vietnam dan Thailand juga merupakan saingan utama Indonesia dalam sektor pariwisata, sehingga pemerintah harus meningkatkan daya saing nya untuk mengamankan devisa Negara. Berdasarkan data, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara tahun ini akan mencapai 8.637.275 wisman dengan pertumbuhan sebesar 7,37%, dibandingkan tahun 2012 sebanyak 8,04juta wisatawan asing. Tentunya, hal ini merupakan kabar baik bagi dunia pariwisata dan ekonomi kreatif. Artinya, sektor ini berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomiIndonesia. Bicara perkembangan sektor pariwisata, Menparekraf mengumumkan sejumlah data yang mendukung, antara lain : penerimanaan PDB dari pariwisata pada tahun 2013 mencapai Rp347,35 triliun, serta kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap PDB yang mencapai Rp641, 82 triliun. Sementara itu, penyerapan tenaga kerja di sektor ekonomi kreatif tercatat sebanyak 11,87 juta orang (10,72%). Dan di akhir 2017 nanti, ariwisata diklaim menjadi penyumbang devisa terbesar negara. Kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia berbanding lurus dengan peningkatan jumlah devisa.Penghasil devisa terbesar adalah crude palm oil (CPO), pariwisata, minyak dan gas (migas) dan batu bara. Namun, yang tumbuh di antara keempatnya adalah pariwisata, yaitu mencapai 25 persen. Tingginya potensi pertumbuhan pariwisata harus didukung dengan penambahan fasilitas dan kemudahan infrastruktur. Investor berkesempatan untuk mengembangkan sejumlah destinasi wisata yang ditunjuk pemerintah menjadi destinasi prioritas. Jika kita melihat dunia sekarang, semakin jarang tempat wisata bertema alam atau natural, padahal justru itulah yang banyak dicari orang saat ini untuk menyegarkan pikiran mereka sejenak, hal tersebutlah yang membuat Indonesia masih mempunyai peluang besar untuk mengambangkan wisata bertema alam, seperti yang direncanakan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yaitu wisata pedesaan. Kemudian transportasi di Indonesia juga harus ditingkatkan pelayanannya serta jaminan keamanan demi kenyamanan turis lokal maupun asing.  

   B.     Saran
Pemerintah tidak boleh luput dari hal tersebut sehingga menyebabkan kerugian bagi negara, karena tidak adanya perbaikan-perbaikan terhadap destinasi, terutama bagaimana usaha pemerintah untuk mencegah orang-orang yang dapat meresahkan turis, seperti perampokan, kemudian “pak ogah” orang-orang yang memungut bayaran parker yang sebenarnya sudah ada loket untuk membayar parker, dan masih banyak lagi masalah masalah yang perlu dibenahi sehingga para wisatawan merasa aman dan nyaman untuk berwisata di Indonesia.







BAB IV
REFRENSI

    1.      http://www.bimbie.com/statistik-pariwisata-indonesia.htm




Tidak ada komentar:

Posting Komentar