
Disusun
oleh :
NAMA : ROSIDAH PANJAITAN
NPM : 25217400
KELAS
: 1 EB
18
PENGANTAR
BISNIS
2017/2018
BAB
I
PENDAHULUAN
Indonesia
selain terkenal akan ragam budaya, kuliner dan segala halnya juga terkenal
dengan pariwisatanya. Banyak tempat yang menarik di Indonesia yang menjadi
pilihan untuk dikunjungi saat hari-hari libur. Tempat-tempat ini pun menarik
perhatian para-para turis asing yang tinggal atau pun hanya sekedar datang ke
Indonesia. Mereka biasa ingin berlibut ke tempat-tempat yang menarik yang
belum pernah ada di negara mereka.
Dengan adanya turis mancanegara yang dateng ke Indonesia membuat devisa negara
bertambah. Pariwisata yang menarik akan membuat orang-orang pun datang
berkunjung. Dengan visa makan Indonesia akan mendapatkaan keuntungan dari turis
tersebut. Maka dari itu pariwisata merupakan salah satu kegiatan yang penting
untung mendapatkan surplus untuk negara.
Peran Pemerintah pun harus di perhatikan. Pariwisata di Indonesia harus lebih
di kembangka lagi dari sisi tempat yang harus lebih di tata lagi. Seperti Bali
tempat yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan asing. Mungkin pantai yang
harus lebih dijaga kebersihannya. Serta fasilitas-fasilitas yang ada perlu di
mantabkan lagi. Serta masalah kemanan di tempat tersebut.
BAB
II
ISI
Bercermin dari prestasi pariwisata Indonesia
di tingkat dunia, yaitu menjadi negara yang hanya menempati peringkat ke 74
dari 139 negara maka ini adalah kenyataan yang cukup pahit bagi Indonesia.
Indonesia memiliki potensi pariwisata yang besar, namun masih kalah oleh
negara-negara tetangga di Asia Tenggara seperti Singapura yang mencapai
peringkat 10 dan Malaysia di peringkat 35. Padahal kedua negara tersebut jauh
lebih kecil dari Indonesia, tentu dengan potensi wisata yang tidak sebanyak di
Indonesia.
Pemerintah Indonesia dewasa ini tengah menggiatkan kembali sektor pariwisata untuk meningkatkan kesejahteraan dan mengharumkan Indonesia di mata internasional. Dikatakan dengan lantang oleh Presiden Jokowi yang menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur sebagai kunci utama untuk mengembangkan pariwisata. Bagi Presiden Jokowi, infrastruktur di situs-situs pariwisata Indonesia akan meningkatkan daya saing Indonesia, yang pada akhirnya bakal menekan biaya ekonomi yang tinggi saat ini.
Lokasi wisata Indonesia sangat banyak, namun
infrastruktur yang tersedia masih dianggap kurang memadai. Bahkan pada banyak
tempat wisata, infrastrukturnya masih tidak mendukung kunjungan wisatawan ke
daerah tersebut. Infrastruktur yang memadai akan membantu pemerintah dan masyarakat
untuk menggali potensi wisata di suatu daerah secara maksimal. Tak
tanggung-tanggung, pemerintah berani menggelontorkan anggaran untuk
infrastruktur dan promosi pariwisata hingga 5,6 triliun rupiah.
cara paling memungkinkan untuk mengembangkan
suatu daerah wisata dengan maksimal selain bergantung pada anggaran dari
pemerintah salah satunya adalah dengan melibatkan pihak swasta dalam kegiatan
investasi. Melalui kegiatan investasi pada sektor pendukung industri
pariwisata, diharapkan akan mampu mempercepat pertumbuhan jumlah wisatawan ke
Indonesia.
Menurut Hengky Manurung, Kepala Bidang
Investasi Pariwisata Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri
Pariwisata, investasi pada pembangunan infrastruktur di bidang pariwisata tak bisa
lagi ditunda. Infrastruktur adalah penyokong utama sektor pariwisata di negara
manapun, termasuk di Indonesia. Dengan adanya investasi pada infrastruktur
Indonesia, maka target-target pemerintah di bidang pariwisata bisa dicapai,
salah satunya adalah untuk mendatangkan 20 juta wisatawan asing pada tahun 2020
mendatang, menurut Hengky, keseriusan pemerintah dalam menggenjot investasi
infrastruktur Indonesia di bidang pariwisata terlihat dari pembangunan jalur
kereta api Makassar yang saat ini tengah berjalan.
Meski
demikian masih banyak investasi infrastruktur lain yang masih harus mendapat
perhatian dan penjaminannya. Beberapa contoh diantaranya adalah jalan raya dan
akomodasi pariwisata. Jika diperhatikan, lokasi wisata yang telah memiliki
sistem transportasi dan infrastruktur jalan raya yang baik pada umumnya hanya
terdapat di pulau Jawa dan Bali. Itu pun tidak semua tersedia pada lokasi
wisata, banyak juga yang masih memiliki akses jalan yang buruk dan minim
transportasi. Hal yang sama pun berlaku bagi obyek-obyek wisata di luar pulau
Jawa dan Bali.
Sesungguhnya, semangat pemerintah dalam
menggenjot sektor pariwisata di Indonesia telah mendapat dukungan dari kalangan
pebisnis di Indonesia. Mereka mau berinvestasi asalkan investasi mereka
terjamin dan dilindungi pemerintah. Oleh sebab itu, kini adalah tugas
pemerintah dan masyarakat untuk bahu membahu membuat lokasi-lokasi wisata di
Nusantara menjadi lebih menarik dan disukai wisatawan.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Infrastruktur adalah
penyokong utama sektor pariwisata di negara manapun, termasuk di
Indonesia. Dengan adanya investasi pada
infrastruktur Indonesia, maka target-target pemerintah di bidang pariwisata
bisa dicapai, salah satunya adalah untuk mendatangkan 20 juta wisatawan asing
pada tahun 2020 mendatang.
Banyaknya destinasi
pariwisata yang ada di Indonesia membuat banyak sekali turis asing datang untuk
menikmati keindahan serta budaya Indonesia. Selain turis asing, turis domestik
juga banyak yang melakukan liburan dengan pergi ke tempat wisata yang ada di
Indonesia. Sekarang ini yang sedang diminati banyak wisatawan untuk pergi
berwisata adalah menikmati keindahan alam yang ada di Indonesia. Banyak sekali
destinasi tempat wisata yang ada di Indonesia mulai dari wisata alam seperti
laut, gunung, danau, sungai, green canyon, padang rumput, curug atau air terjun
serta masih banyak lagi wisata alam yang menjadi pilihan para wisatawan baik
asing maupun domestik untuk berlibur menikmati indahnya alam Indonesia.
B. Saran
Pemerintah harus lebih focus
terhadap pembangunan infrastruktur di beberapa tempat,
khususnya yang berhubungan dengan pariwisata.
Karena infrastruktur sangat berpengaruh terhadap inflasi pariwisata. Sehingga wisatawan
dapat menikmati keindahan alam dengan baik, tanpa mencemaskan transportasi ke
wisata tersebut.
BAB
IV
REFRENSI
1. BKPM
Tidak ada komentar:
Posting Komentar